Fandi Dituntut Hukuman Mati Usai Dituduh Selundupkan Sabu 2 Ton, sang Ibu yang Didukung Hotman Paris Sampai Sujud ke DPR

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus Fandi dituntut hukuman mati usai dituduh selundupkan sabu 2 ton menjadi sorotan. Terbaru ibunda dari Fandi Ramadhan, yakni Nirwana (48) sampai sujud di hadapan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Fandi sendiri sebelumnya diketahui bekerja menjadi anak buah kapal (ABK) dari Kapal Sea Dragon yang berlayar dari Thailand. Kasus tersebut bahkan sampai terdengar ke telinga pengacara kondang, Hotman Paris.

Yang akhirnya mendukung ibunda Fandi untuk menuntut keadilan anaknya. Hotman Paris, menyebut bahwa Fandi mulai bekerja sebagai ABK pada 13 Mei 2025.

Kemudian pada 18 Mei 2025, ada sebuah kapal yang menyerupai kapal nelayan memepet kapal yang ditumpangi Fandi. Tujuannya yaitu memindahkan sekitar 67 kardus yang awalnya juga sempat membuat Fandi curiga.

"Tiba-tiba di tengah laut pada 18 Mei 2025, merapat suatu kapal nelayan menurunkan 67 kardus.

Si Fandi ini masinis mesin, tetapi karena disuruh, akhirnya dia diminta estafet. Nah lalu, si Fandi curiga," beber Hotman dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Namun saat bertanya kepada kepada Hasiholan terkait isi dari kardus tersebut. Dan Hasiholan mengungkapkan bahwa isinya adalah uang dan emas.

"Lalu masuklah (kardus) dan tujuannya ke Filipina melewati perairan Tanjung Karimiun," kata Hotman.

Dia mengungkapkan, tiga hari kemudian atau 21 Mei 2025, Fandi pun tiba-tiba ditangkap oleh aparat.

Setelahnya Fandi sendiri diadili di PN Batam dan dituntut hukuman mati bersama terdakwa lain terkait kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1.995.130 gram atau sekitar 2 ton.

Mengetahui Fandi dituntut hukuman mati, Hotman Paris pun langsung membantu Nirwana mencari keadilan untuk sang putra.

 

Melansir dari Tribunvideo.com, ibunda Fandi itu ditemani Hotman sampai bersimpuh dan menangis di depan Habiburokhman.

Ya, Nirwana meminta kepada DPR untuk membantu kasus Fandi yang dituntut hukuman mati meski tak bersalah.

"Kasian anak saya pak," tandas Nirwana.

Tak hanya kepada DPR, wanita tersebut juga meminta agar Presiden Prabowo Subianto ikut memberikan bantuan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Intip Daftar Harga Emas Pegadaian Jelang Akhir Pekan
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Di Tengah Pelemahan Pasar, Astra Catat Pendapatan Rp323 Triliun pada 2025
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Jackson Tandiono Terungkap Sebagai Pengendali JSKY
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK duga korupsi di Ditjen Bea Cukai dilakukan secara berjenjang
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Prediksi Bali United Vs Persijap di BRI Super League: Ambisi Menang untuk 2 Alasan BerbedaBR
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.