Emiten Bakrie (BNBR) Rancang Rights Issue Bidik hingga Rp6,5 Triliun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) menyetujui rencana penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie mengatakan melalui mekanisme PMHMETD ini, perseroan akan menerbitkan saham baru seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham. 

"Target pengumpulan mungkin antara Rp4 triliun sampai Rp6,5 triliun," ujar Anindya saat ditemui usai RUPSLB di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Anindya menjelaskan bahwa harga pelaksanaan rights issue tersebut belum ditetapkan sehingga angka pasti target penghimpunan dana aksi korporasi ini akan diketahui pada 9 Maret 2026.

Baca Juga : Grup Bakrie (BNBR) Beri Sinyal Bagi Dividen usai Cetak Laba Rp493,85 Miliar

Dalam prospektusnya, BNBR menggunakan asumsi harga pelaksanaan di level Rp50 per saham. Pada penutupan Jumat (27/2), BNBR melejit 32,92% ke Rp214.

Sebagaimana diketahui pada keterbukaan informasi yang sebelumnya disampaikan perseroan, BNBR akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha di perseroan dan/atau anak perusahaan, termasuk pasca mengakuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Asal tahu saja, akuisisi tol tersebut memberikan dampak yang signifikan dalam keuangan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan 2025 diaudit, total liabilitas BNBR melesat 547,6% year on year (yoy) menjadi Rp18,89 triliun dari Rp2,92 triliun pada 2024.

Perseroan menghitung, rasio total pinjaman terhadap total ekuitas sebesar 536,02% sebelum PMHMETD, dan akan menjadi sebesar 211,57% setelah PMHMETD. Anindya mengatakan rights issue ini nantinya akan membuat komposisi ekuitas perseroan meningkat dibandingkan dengan utangnya.

Mengingat begitu pentingnya penerbitan saham baru ini untuk menjaga leverage keuangan perseroan, Anindya melihat pasar saham saat ini cukup kondusif dan menjadi waktu yang pas untuk aksi korporasi ini.

"Memang pasar selama 2 bulan terakhir ada berbagai macam adjustment atau koreksi, tapi sangat kondusif terutama untuk bisnis yang mempunyai kestabilan cash flow," ujarnya.

Menurutnya, BNBR merupakan perusahaan dengan cash flow yang bagus. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih 49,6% yoy menjadi Rp502,74 miliar. Di sisi top line, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,74 triliun, turun 3,28% yoy.

Pendapatan bersih tersebut berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Group  sebesar Rp1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp464,21 miliar.

Growth story seperti ini, menurut Anindya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, terutama untuk mereka menyerap 90 miliar saham baru yang diterbitkan BNBR untuk membidik dana segar sampai Rp6,5 triliun ini.

"Banyak investor-investor yang ingin growth story terjadi. Growth story itu dijadikan baik dengan organik seperti tadi kita bicara VKTR, maupun inorganik untuk akuisisi," tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ronaldo Akuisisi 25 Persen Saham UD Almeria
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
5 Amalan Sunnah Ramadan yang Dianjurkan Nabi dan Pahalanya Berlipat Ganda
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Tewasnya Bripda Dirja, 2 Polisi Terancam Sanksi Etik
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AFC Denda PSSI Terkait Uji Coba Indonesia vs Mali
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Mitsubishi Ungkap MBG Bikin Penjualan Mobil Jenis Ini Laris Manis
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.