Berdasarkan data tren pencarian tahun 2025, masyarakat kini lebih strategis dalam merencanakan rutinitas, mulai dari kesehatan fisik hingga detail logistik mudik. Untuk mendukung efisiensi tersebut, Google mengunggulkan empat fitur kunci dalam ekosistem Gemini yang siap menemani perjalanan Ramadan penggunanya.
"Di Gebrakan Ramadan tahun ini, Gemini hadir bukan hanya sebagai mesin pencari, melainkan asisten AI personal. Fokus kami adalah membantu pengguna mengonversi niat atau ide mereka menjadi rencana aksi yang praktis. Apakah itu menyusun jadwal ibadah di Canvas atau melakukan riset mendalam untuk perjalanan mudik lewat fitur Deep Research, Gemini memastikan semua kebutuhan unik di bulan suci ini bisa dikelola dengan lebih efisien,” ujar Feliciana Wienathan, selaku Communication Manager Google Indonesia. Fitur Gemini untuk Menghiasi Ramadan
Lyria
Ramadan identik dengan syiar dan musik religi. Melalui Lyria, model AI paling canggih untuk pembuatan musik, pengguna dapat menciptakan instrumen atau aransemen lagu bertema Ramadan dengan kualitas profesional. Kolaborasi Google dengan grup legendaris Nasida Ria tahun ini menjadi bukti bagaimana teknologi Lyria dapat dipadukan dengan sentuhan seni kasidah klasik, memberikan inspirasi bagi kreator konten untuk menyemarakkan suasana bulan suci lewat audio yang menggugah.
Canvas
Bagi mereka yang bertugas menyiapkan materi kultum, artikel Islami, atau jurnal Ramadan, fitur Canvas pada Gemini hadir sebagai ruang kerja interaktif. Canvas memungkinkan pengguna untuk mengedit, menyempurnakan, dan menyusun teks secara berdampingan dengan AI.
Selain untuk menulis dokumen, fitur Canvas pada Gemini menjadi terobosan besar bagi para peminat teknologi dan pengembang pemula yang ingin membuat game sederhana bertema Ramadan. Melalui Canvas, pengguna tidak hanya mendapatkan baris kode, tetapi sebuah ruang kerja interaktif untuk menyempurnakan logika permainan secara langsung.
Baca Juga :
Saat Qasidah Bertemu AI, Google Kembali Gandeng Nasida Ria untuk Kolaborasi "Multiverse"Nano Banana
Untuk urusan visual, Google memperkenalkan Nano Banana 2 (model Gemini 3 Flash Image). Fitur ini memungkinkan pengguna menghasilkan gambar atau kartu ucapan Ramadan yang estetik hanya melalui perintah teks. Baik untuk membuat inspirasi desain dekorasi rumah menjelang Idulfitri maupun visualisasi menu berbuka, Nano Banana mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi secara cepat dan efisien.
Deep Research
Salah satu tantangan terbesar Ramadan adalah perencanaan mudik yang kompleks. Fitur Deep Research pada Gemini bertugas menjadi "asisten riset" yang mampu menyisir informasi mendalam di internet. Deep Research dapat membantu pengguna membandingkan rute perjalanan, menganalisis biaya tol, hingga mencari akomodasi terbaik di jalur mudik secara otomatis dan detail. Pengguna tidak lagi sekadar menerima ringkasan, melainkan draf perencanaan logistik yang komprehensif.
Melalui Gebrakan Ramadan Gemini, Google Indonesia membuktikan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan asisten yang hadir di genggaman untuk membantu segala urusan. Mulai dari urusan seni lewat Lyria, produktivitas di Canvas, visualisasi dengan Nano Banana, hingga riset mendalam lewat Deep Research, Ramadan 2026 dipastikan akan berjalan lebih bermakna dan terorganisir.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)





