Grid.ID – Pihak Insanul Fahmi akhirnya buka suara terkait kabar gugatan cerai yang dilayangkan Wardatina Mawa ke Pengadilan Agama Medan. Selain mengaku terkejut, Insanul secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya telah menjatuhkan talak kepada istri pertamanya tersebut melalui sambungan telepon.
Gugatan yang masuk pada akhir Februari 2026 ini diakui pihak Insanul sebagai sesuatu yang "di luar ekspektasi," mengingat sebelumnya masih ada upaya untuk menempuh jalan perdamaian.
Tegaskan Tidak Pernah Ada Talak via HP
Menanggapi rumor yang beredar di media sosial, Insanul Fahmi menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya masih menganggap Mawa sebagai istri sahnya secara agama maupun negara. Ia menampik kabar bahwa dirinya telah menceraikan Mawa secara lisan lewat handphone.
"Nggak, nggak. Saya tidak pernah menalak melalui handphone. Saya merasa tidak pernah menalak (Mawa)," tegas Insanul dalam wawancara via Zoom, Jumat (27/2/2026).
Senada dengan kliennya, kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, menjelaskan bahwa meski rumah tangga mereka memang sedang didera pertikaian selama empat bulan terakhir, namun secara hukum lisan, talak belum pernah terucap.
"Secara langsung Insanul menalak Mawa itu belum pernah. Memang ada pertikaian sudah masuk bulan keempat, tapi kalau talak secara langsung itu tidak ada," kata Tommy.
Harapan Rujuk yang Terganjal Gugatan
Keterkejutan Insanul didasari oleh adanya komunikasi sebelumnya yang sempat mengarah pada upaya rujuk. Insanul mengaku pikirannya masih "50-50" untuk mencoba ikhlas atau terus memperjuangkan rumah tangga demi sang anak, Afnan.
"Gugatan ini di luar ekspektasi. Dari awal saya coba memperbaiki, kita kemarin sempat mau damai, sempat kepikiran buat rujuk. Tapi ternyata kondisinya makin kusut," ungkap Insanul.
Tommy menambahkan bahwa Insanul sempat berbesar hati bahwa masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, keputusan Mawa untuk mendaftarkan gugatan ke pengadilan di Medan membuat Insanul merasa terpukul.
Diduga Ada Intervensi Pihak Luar
Tommy menduga keputusan mendadak Mawa untuk menggugat cerai tidak lepas dari campur tangan pihak ketiga atau tekanan narasi negatif yang dibangun publik. Menurutnya, Insanul merasa ada hal-hal batiniah yang sengaja ditutupi atau ditahan oleh pihak Mawa.
"Insanul merasa seperti ada yang ditutup-tutupi. Makanya dia meminta duduk bareng, tapi tidak pernah dilakukan (oleh Mawa). Ada dugaan orang-orang di belakang Mawa yang memengaruhi masalah rumah tangga mereka," jelas Tommy.
Upaya Mediasi Empat Mata
Meski gugatan sudah masuk, Insanul Fahmi belum mau menyerah sepenuhnya. Ia kini sedang mengupayakan sebuah pertemuan tertutup yang hanya dihadiri oleh dirinya dan Mawa tanpa campur tangan pengacara sekalipun.
"Saya berharap bisa bicara empat mata. Ini urusan pribadi, saya tidak ingin ada lawyer atau siapapun yang tahu. Saya ingin memastikan langsung apakah kami masih bisa satu visi demi masa depan anak," pungkas Insanul.
Kini, Insanul dan tim hukumnya masih menunggu proses verifikasi resmi dari Pengadilan Agama Medan terkait detail gugatan tersebut, sembari tetap membuka pintu komunikasi bagi sang istri. (*)
Artikel Asli




