Mengapa Harus Sekolah Berasrama?

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Sekolah berasrama seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat menjadi program prioritas pada sektor pendidikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan tinggal dan belajar selama masa sekolah, peserta didik diharapkan bisa menjadi sumber daya unggul, utuh, dan konsisten.

Sepanjang setahun lebih pemerintahan baru, telah berdiri 166 Sekolah Rakyat yang mengalihfungsikan aset-aset pemerintah di seluruh Indonesia. Kementerian Sosial menargetkan lebih dari 200 sekolah permanen di 104 lokasi di atas tanah seluas 5-10 hektar per lokasi akan beroperasi pada 2026. Masing-masing akan mampu menampung hingga 112.320 siswa sebagai program strategis mengatasi kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Sekolah Garuda yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi hingga tahun 2029 ditargetkan akan membangun 20 gedung sekolah, asrama, beserta bangunan pendukung lain di atas tanah seluas 20 hektar per lokasi.

Tahun 2026 ini, ada empat Sekolah Garuda yang siap beroperasi, yakni di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Tanjung Selor (Kalimantan Utara), Kabupaten Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Kabupaten Belitung Timur (Bangka Belitung).

Ketua Tim Aspek Akademik SMA Unggul Garuda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Vira Agustina menjelaskan, pemerintah memilih pendidikan dengan sekolah berasrama sebagai konsep yang paling baik untuk meningkatkan sumber daya manusia. Sebab, transformasi pendidikan tidak hanya menekankan pembelajaran akademik, tetapi juga karakter, disiplin, dan kesiapan hidup siswa.

Kami melihat konsep asrama inilah yang paling pas.

Dalam konsep sekolah berasrama ini, kehidupan siswa diatur secara terstruktur dari pagi hingga malam, mulai dari ibadah, kebersihan, sarapan, kegiatan belajar, hingga aktivitas sore dan pembinaan karakter. Tujuannya, agar siswa mendapat pengalaman belajar yang lebih intensif dan konsisten sehingga mampu membangun kebiasaan disiplin, kemampuan adaptasi, serta kualitas kepemimpinan sejak dini.

”Jadi, kami melihat konsep asrama inilah yang paling pas, yaitu dalam membimbing mereka secara intensif selama 24 jam dengan berbagai aktivitas,” ujar Vira saat dihubungi, Jumat (27/2/2026).

Baca JugaAlasan di Balik Fasilitas Mewah Calon Guru dan Kepala Sekolah Garuda

Melalui pendekatan berasrama, Sekolah Garuda yang dirancang khusus bagi siswa dengan kemampuan akademik istimewa atau biasa disebut dengan anak gifted atau CIBI (cerdas istimewa berbakat istimewa) diharapkan bisa menyediakan lingkungan belajar yang holistik dan komprehensif selama 24 jam, dengan pendampingan guru baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik.

Anak gifted adalah anak dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata skor intelligence quotient (IQ) di atas 130. Populasinya langka, berkisar 2,2 persen hingga 5 persen dari total populasi global, yang sering memiliki kemampuan analisis, daya ingat kuat, dan pemikiran jauh dibandingkan dengan anak seusianya.

Konsep sekolah berasrama ini dinilai efektif bagi mereka karena memberi ruang pembinaan karakter secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Lulusan sekolah berasrama diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tekanan, juga memiliki resiliensi serta kesiapan sosial dan spiritual.

Sekolah Rakyat yang sudah berjalan satu semester terakhir juga terus berdinamika. Muhtadin Yanto, wali asrama di Asrama Putra Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung, Jawa Barat, mengakui, mendidik anak-anak dengan latar belakang berbeda bukanlah perkara mudah. Diperlukan pendekatan khusus dan ketegasan dalam membangun kedisiplinan di asrama.

Baca JugaSekolah Rakyat yang Berdaulat

Seorang wali asrama tidak hanya bertugas menjaga dan memastikan kebutuhan siswa di asrama terpenuhi. Muhtadin juga memastikan para siswa bisa bangun pagi, mengikuti kegiatan sesuai jadwal, hingga tidur tepat waktu.

”Beban moralnya tinggi, harus mendampingi anak selama di asrama karena memang di asrama itu bisa dibilang tiga kalinya dari jam pelajaran sekolah. Tiga bulan awal itu lumayan repot pembiasaannya,” kata Muhtadin saat dihubungi.

SRMP 9 Kota Bandung saat ini mengampu 47 siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. Terdapat dua gedung asrama untuk siswa putra dan putri yang masing-masing diampu oleh seorang wali asrama.

Selain mengajarkan kedisiplinan dan kemandirian, Muhtadin berupaya mengubah perilaku kurang baik pada siswa. Tidak jarang ia menemukan beberapa kenakalan yang dilakukan siswa di asrama, seperti berbicara kasar dan bertengkar sesama siswa.

”Kami bertahap mengedukasi karena, kan, tantangan generasi sekarang itu gadget adiktif, ya. Itu mengurangi konsentrasi mereka, emosi mereka," ucapnya.

Di balik dedikasi Muhtadin, satu hal harus ia relakan. Ia harus berjauhan dengan keluarganya di Sukabumi, Jawa Barat. Namun, keyakinan akan kesuksesan Sekolah Rakyat memotivasi dirinya untuk kuat menghadapi tantangan dan dinamika siswa di asrama.

Baca JugaMemulai Babak Pengabdian Baru Menjadi Kepala Sekolah Rakyat

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ayu Rayyanah atau Rayya (15), siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur. Rayya terus beradaptasi dengan nilai-nilai kedisiplinan di Sekolah Rakyat.

Pada masa awal masuk asrama Sekolah Rakyat, ia harus belajar menerima untuk memulai hidup bersama teman-teman baru yang datang dari latar belakang berbeda. Butuh waktu sekitar sebulan bagi Rayya untuk merasa benar-benar nyaman.

Lama-kelamaan ia belajar mengenal karakter teman-temannya dan menemukan ritme hidup baru di tempat yang mengharuskannya bangun setiap pukul 03.00 WIB. ”Awal-awal itu susah banget. Masih ngantuk, harus mandi pagi-pagi banget, dingin. Tapi, karena bareng teman-teman, jadi seru," katanya.

Meski tinggal di asrama Sekolah Rakyat, Rayya tetap diperbolehkan mengembangkan minat dan bakatnya pada olahraga karate dengan berlatih setiap akhir pekan di sasana di universitas terdekat. Prestasinya memang sudah terlihat sejak SMP, di antaranya pernah menjadi pemenang kedua Kejuaraan Gojukai Jawa Timur Championship 2025 dan pemenang kedua Kejuaraan Piala Bergilir Pemprov Jawa Timur III.

Hasil kajian oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2018) mengidentifikasi tipologi sekolah berasrama dari sisi nilai-nilai atau identitasnya dapat dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu ketarunaan, keagamaan, keolahragaan, dan keilmuan.

Secara keseluruhan, kajian ini memberikan wawasan mengenai dinamika sekolah berasrama serta implikasi yang ditimbulkan terhadap pengembangan sistem pendidikan nasional. Salah satu dinamika tersebut tersebut, dari sisi kurikulum dan sistem pengasuhan, sebagian besar melakukan modifikasi dan pengembangan kurikulum secara mandiri yang dirancang secara internal atau menggunakan jasa konsultan.

Baca JugaSekolah Rakyat dan Jalan Panjang Memutus Rantai Kemiskinan

Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tipologi dan karakteristik pendidikan berasrama, diharapkan dapat dihasilkan kebijakan yang lebih inovatif dan efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan generasi mendatang.

Dalam konteks ini, sekolah berasrama tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran karakter yang mendalam. Dalam lingkungan asrama, interaksi sosial antarmurid menjadi sangat intensif. Hal ini mendorong mereka untuk membangun kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan baik.

Dengan kata lain, sekolah berasrama menjadi lokus di mana mengembangkan empati, kepedulian sosial, dan kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar tidak hanya fokus pada pencapaian akademis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] UIN Suska Riau: Pelaku Pembacokan Mahasiswi Terancam Didrop Out oleh Kampus!
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Ke-8 Ramadan, SCTV dan INDOSIAR Kembali Tunjukkan Dominasi Kuat di 10 Besar Rating
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KPK Jerat Pegawai Bea Cukai Tersangka Gratifikasi, Ada Bukti Rp 5 M dalam Koper
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
• 12 menit lalusuara.com
thumb
Penyaluran MBG di Wilayah 3T Belum Maksimal, Kadin Desak BGN Segera Lakukan Ini
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.