Lombok Timur, NTB (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono memberikan bantuan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) kepada sejumlah nelayan di Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Trenggono membagikan beras SPHP kemasan 5 kilogram itu di sela sela berdialog dengan nelayan yang hadir dalam peninjauan melihat progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Lombok Timur, Jumat (27/2).
"Semua puasa? (Tanya Trenggono ke nelayan). Saya ke sini bawa oleh-oleh nih, ada beras, habis ini bisa bawa pulang. Sama nanti selain beras ada uang lauk pauknya," kata Trenggono.
Beras SPHP yang dibagikan dikemas dalam ukuran lima kilogram dan diserahkan langsung kepada perwakilan nelayan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Trenggono tekankan KNMP bisa entaskan kemiskinan Lombok Timur
Baca juga: KKP pastikan kemudahan akses pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan
Dalam suasana Ramadhan, Trenggono menyapa para nelayan dan menanyakan apakah seluruhnya sedang menjalankan ibadah puasa sebelum membagikan bantuan.
Ia menyebut kedatangannya membawa oleh-oleh berupa beras yang dapat dibawa pulang, serta tambahan uang untuk kebutuhan lauk pauk keluarga.
Pertanyaan sederhana tentang rasa senang disambut jawaban kompak para nelayan yang mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kondisi mereka.
Trenggono mengaku sebenarnya ingin menggelar makan bersama nelayan, namun rencana itu ditunda karena kunjungan berlangsung saat bulan puasa.
Ia berjanji akan kembali datang ketika tidak berpuasa untuk makan bersama seluruh nelayan sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan moril.
Selain membagikan bantuan, ia kembali menegaskan pentingnya menjaga fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih agar memberi manfaat berkelanjutan.
"Tolong dijaga supaya ini (KNMP Ekas Buana) betul-betul bisa mampu memberikan manfaat buat Bapak dan Ibu semua," kata Trenggono.
Ahmad Suwandi salah satu nelayan di Desa Ekas Buana Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menerima bantuan beras SPHP dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, di Mataram, NTB, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto Ahmad Suwandi, nelayan Desa Ekas Buana, mengaku senang menerima bantuan beras SPHP yang dibagikan Menteri Trenggono saat kunjungan ke desanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut terasa istimewa karena jarang ada pembagian langsung seperti itu, terlebih diberikan di tengah suasana Ramadhan kepada ratusan nelayan setempat.
"Ya, emang senang, senang karena kan tumben-tumben ada bantuan seperti ini. Memang kita senang, senang banget," kata Suwandi.
Dia menerima satu karung beras kemasan 5 kilogram serta uang untuk kebutuhan lauk pauk berbuka puasa bersama keluarga.
Menurut dia, bantuan itu dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangga, terutama saat pengeluaran di bulan puasa. Sehari-hari Suwandi bekerja sebagai nelayan tangkap sekaligus pembudidaya lobster.
Baca juga: KKP terjunkan 87 surveyor untuk pembangunan KNMP di Papua
Baca juga: KKP dorong pembangunan 2 KNMP di Kupang untuk gerakkan ekonomi pesisir
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) beras program SPHP merupakan beras yang disubsidi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.
Penjualan komoditas itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua)
Sejumlah nelayan di Desa Ekas Buana Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengantre untuk menerima bantuan beras SPHP dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, di Mataram, NTB, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto
Trenggono membagikan beras SPHP kemasan 5 kilogram itu di sela sela berdialog dengan nelayan yang hadir dalam peninjauan melihat progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Lombok Timur, Jumat (27/2).
"Semua puasa? (Tanya Trenggono ke nelayan). Saya ke sini bawa oleh-oleh nih, ada beras, habis ini bisa bawa pulang. Sama nanti selain beras ada uang lauk pauknya," kata Trenggono.
Beras SPHP yang dibagikan dikemas dalam ukuran lima kilogram dan diserahkan langsung kepada perwakilan nelayan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Trenggono tekankan KNMP bisa entaskan kemiskinan Lombok Timur
Baca juga: KKP pastikan kemudahan akses pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan
Dalam suasana Ramadhan, Trenggono menyapa para nelayan dan menanyakan apakah seluruhnya sedang menjalankan ibadah puasa sebelum membagikan bantuan.
Ia menyebut kedatangannya membawa oleh-oleh berupa beras yang dapat dibawa pulang, serta tambahan uang untuk kebutuhan lauk pauk keluarga.
Pertanyaan sederhana tentang rasa senang disambut jawaban kompak para nelayan yang mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap kondisi mereka.
Trenggono mengaku sebenarnya ingin menggelar makan bersama nelayan, namun rencana itu ditunda karena kunjungan berlangsung saat bulan puasa.
Ia berjanji akan kembali datang ketika tidak berpuasa untuk makan bersama seluruh nelayan sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan moril.
Selain membagikan bantuan, ia kembali menegaskan pentingnya menjaga fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih agar memberi manfaat berkelanjutan.
"Tolong dijaga supaya ini (KNMP Ekas Buana) betul-betul bisa mampu memberikan manfaat buat Bapak dan Ibu semua," kata Trenggono.
Ahmad Suwandi salah satu nelayan di Desa Ekas Buana Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menerima bantuan beras SPHP dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, di Mataram, NTB, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto Ahmad Suwandi, nelayan Desa Ekas Buana, mengaku senang menerima bantuan beras SPHP yang dibagikan Menteri Trenggono saat kunjungan ke desanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut terasa istimewa karena jarang ada pembagian langsung seperti itu, terlebih diberikan di tengah suasana Ramadhan kepada ratusan nelayan setempat.
"Ya, emang senang, senang karena kan tumben-tumben ada bantuan seperti ini. Memang kita senang, senang banget," kata Suwandi.
Dia menerima satu karung beras kemasan 5 kilogram serta uang untuk kebutuhan lauk pauk berbuka puasa bersama keluarga.
Menurut dia, bantuan itu dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangga, terutama saat pengeluaran di bulan puasa. Sehari-hari Suwandi bekerja sebagai nelayan tangkap sekaligus pembudidaya lobster.
Baca juga: KKP terjunkan 87 surveyor untuk pembangunan KNMP di Papua
Baca juga: KKP dorong pembangunan 2 KNMP di Kupang untuk gerakkan ekonomi pesisir
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) beras program SPHP merupakan beras yang disubsidi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.
Penjualan komoditas itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua)
Sejumlah nelayan di Desa Ekas Buana Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengantre untuk menerima bantuan beras SPHP dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, di Mataram, NTB, Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto





