Tips Menu Sahur Sehat agar Puasa Ramadan Tetap Bertenaga dan Tak Mudah Lemas

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Di bulan suci Ramadan, menu sahur menjadi perhatian penting agar tubuh tetap kuat menjalani puasa seharian. Sahur bukan sekadar mengisi perut sebelum imsak, tetapi menjadi fondasi energi agar aktivitas tetap lancar tanpa rasa lemas berlebihan.

Menyusun menu sahur sehat dan praktis dapat membantu menjaga stamina sepanjang hari. Perencanaan yang baik bahkan dimulai sejak malam sebelumnya.

Salah satu tips yang dianjurkan adalah menyiapkan bahan makanan lebih awal. Sayuran, telur, atau nasi yang sudah dipersiapkan sejak malam akan membuat proses memasak lebih cepat dan tidak terburu-buru saat waktu sahur tiba.

Selain itu, metode memasak juga berpengaruh pada kandungan gizi makanan. Merebus, mengukus, atau memanggang dinilai lebih sehat dibandingkan menggoreng yang berpotensi menambah lemak jenuh.

Menu sahur sebaiknya mengandung kombinasi nutrisi seimbang. Dilansir dari Kompas.com, karbohidrat kompleks berfungsi sebagai sumber energi utama, protein membantu memperbaiki sel tubuh, sementara serat menjaga sistem pencernaan tetap lancar.

Ahli gizi juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan terlalu berat dan berlemak saat sahur. Makanan seperti itu justru bisa membuat tubuh cepat mengantuk dan tidak nyaman saat beraktivitas.

Asupan cairan tak kalah penting. Minum satu hingga dua gelas air putih saat sahur membantu mencegah dehidrasi yang sering menjadi penyebab tubuh terasa lemas di siang hari.

Sementara itu, dalam tayangan Tribun-Video.com (19/2/2026), dijelaskan bahwa kunci sahur sehat adalah mengikuti prinsip “Isi Piringku”. Prinsip ini menekankan komposisi gizi seimbang dalam satu porsi makan.

Dalam konsep tersebut, 50 persen piring diisi sayur dan buah sebagai sumber serat. Sisanya 50 persen terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk sebagai sumber energi dan protein.

Serat dari sayur dan buah membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, risiko cepat lapar saat berpuasa dapat diminimalkan.

Tambahan yang dianjurkan saat sahur adalah kurma. Buah ini mengandung gula alami yang dapat membantu menjaga kestabilan energi selama berpuasa.

 

Konsumsi dua hingga tiga butir kurma dinilai cukup untuk membantu menggantikan kadar glukosa darah yang menurun selama puasa. Namun, jumlahnya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Kedua metode di atas sama-sama menekankan pentingnya menghindari makanan terlalu manis, asin, dan berminyak. Pola makan yang tidak seimbang justru dapat memicu rasa haus dan lapar lebih cepat.

Dengan perencanaan menu yang tepat, metode memasak sehat, serta komposisi gizi seimbang, puasa Ramadan dapat dijalani dengan lebih nyaman. Tubuh pun tetap bertenaga hingga waktu berbuka tiba. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Mau Gratiskan Transportasi Publik di Jakarta Saat Libur Lebaran 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Tunjangan Profesi Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 Belum Cair, Kemenag Buka Suara
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Makassar Hari Ini, 10 Ramadan 1447 H
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Status Siaga 1 Iran Belum Dicabut, Kemlu Siapkan Opsi Evakuasi Darurat WNI
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Bareskrim Ungkap Ada 3 Klaster Jaringan Narkoba Eks Kapolres Bima
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.