Bapanas Menyatakan Harga Pangan Pokok Strategis Turun dan Mulai Stabil Jelang Lebaran 2026

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa menyatakan harga pangan pokok di pasaran turun dan mulai stabil dengan stok yang aman dan cukup menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia mengatakan “Saya rasa semua pangan pokok stabil. Stok aman. Jadi supaya mudah-mudahan memasuki Lebaran dengan pemantauan di pasaran, bisa turun harganya. Walaupun memang bervariasi, tapi kecenderungannya kita lihat sudah turun dan mulai stabil,” ungkapnya.

Pemerintah memantau ketat volatilitas harga pangan pokok strategis selama minggu pertama Ramadhan agar tidak berfluktuasi berlebihan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ketut menegaskan “Stok pun aman. Pemerintah optimistis harga pangan sampai Idul Fitri mendatang masih dapat terus terjaga,” tegasnya.

Hasil peninjauan di Pasar Senen Jakarta menunjukkan sebagian besar harga pangan berada dalam rentang harga eceran tertinggi dan harga acuan penjualan tingkat konsumen.

Harga daging sapi terpantau relatif stabil di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Harga daging ayam berada di sekitar Rp40.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp100.000 per kilogram.

Ia mengatakan “Cabai rawit merah ini sudah turun dari Rp110.000 kemarin. Kemudian telur bervariasi, ada yang Rp29.000, ada yang Rp30.500,” jelasnya.

Badan Pusat Statistik mencatat hingga minggu ketiga Februari 2026 terdapat 23 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga.

Dari jumlah tersebut, tujuh provinsi mengalami kenaikan IPH di atas 2 persen yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, dan Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog melaksanakan program intervensi pangan untuk mengendalikan volatilitas harga.

Program stimulus seperti bantuan pangan dan penyediaan beras subsidi disiapkan sebagai bantalan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ketut menjelaskan “Bantuan pangan nanti didorong di tahun ini, ada 33,2 juta KPM Keluarga Penerima Manfaat, akan diberikan di bulan Maret. Ini kita berikan. Ini kita siapkan semua, sehingga semua program kita akan didorong, untuk kemudian bantuan pangan tersebut dijalankan,” paparnya.

Total anggaran bantuan pangan beras dan minyak goreng sebesar Rp11,92 triliun dengan jumlah penerima 33.244.408 orang di seluruh Indonesia.

Lima provinsi penerima terbesar yakni Jawa Barat 6.093.530 penerima, Jawa Timur 5.638.478 penerima, Jawa Tengah 5.071.126 penerima, Sumatera Utara 1.756.846 penerima, dan Banten 1.298.597 penerima.

Jumlah penerima di wilayah timur juga meningkat termasuk Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beras terus berjalan sepanjang 2026 dengan anggaran Rp4,97 triliun yang setara dengan pembelian 828 ribu ton beras SPHP oleh masyarakat.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan “Seluruh sektor pangan bahan pangan pokok di bulan suci Ramadhan harus ikut regulasi harga yang ada. Jangan mengganggu rakyat,” tegasnya.

Bapanas berharap distribusi bantuan pangan dapat menyokong kebutuhan konsumsi selama Ramadhan serta mendorong pengalihan pengeluaran ke kebutuhan produktif lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendag: Harga Bahan Pokok di Wilayah Pascabencana Sumatera Sudah Relatif Stabil
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Emiten Hermanto Tanoko Avian (AVIA) Bidik Penjualan Tumbuh 10% pada 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Tegaskan Virgoun dan Lindi Fitriyana Single saat Menikah, Febby Carol Sindir Inara Rusli?
• 19 menit lalugrid.id
thumb
BAZNAS dan BPKH Salurkan Mobil Layanan Umat serta Bantuan Pendidikan di Padang Sidimpuan
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Perbaikan Jalan Swatantra Bekasi Bikin Macet, Sistem Buka-Tutup Diberlakukan
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.