Anggaran Pendidikan 2026 Dipastikan Meningkat Drastis

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Jakarta

 Meningkat Drastis
Seskab Teddy Bantah Program Makan Bergizi Gratis Pangkas Dana Pendidikan

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi resmi guna menepis isu terkait pengurangan anggaran pendidikan nasional demi mendanai program prioritas pemerintah lainnya. 

Ia menegaskan bahwa alokasi dana untuk sektor pendidikan di tahun 2026 justru mengalami peningkatan signifikan guna memperkuat kualitas sumber daya manusia secara komprehensif.

Klarifikasi ini muncul sebagai respons terhadap sejumlah narasi yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengancam ketersediaan dana untuk infrastruktur sekolah dan kesejahteraan guru.

Sebaliknya, pemerintah mengeklaim telah mencapai kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memperluas jangkauan program-program strategis yang sudah ada.

Fokus pada Akses dan Infrastruktur 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan melalui inisiasi Sekolah Rakyat.

Program ini dirancang khusus bagi anak-anak putus sekolah dengan menyediakan fasilitas asrama, jaminan kesehatan, serta pemenuhan nutrisi.

"Target tahun ini adalah penambahan 100 sekolah baru untuk memperkuat capaian tahun sebelumnya yang telah menjangkau sekitar 20.000 siswa," ujar keterangan resmi dari Sekretariat Kabinet.

Dalam hal pembangunan fisik, pemerintah pusat mengambil langkah konkret dengan mengalokasikan dana sebesar Rp17 triliun pada tahun 2025.

 Anggaran tersebut diproyeksikan untuk merenovasi sekitar 16.000 sekolah di seluruh penjuru Indonesia, yang secara administratif merupakan kewenangan Pemerintah Daerah namun tetap menjadi perhatian prioritas pusat.

Reformasi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Sektor kesejahteraan guru juga mendapatkan sorotan utama dalam struktur anggaran terbaru. 

Pemerintah melakukan transformasi sistem penyaluran tunjangan untuk memastikan dana sampai tepat waktu dan langsung ke rekening para pendidik.

Beberapa poin penting dalam skema baru ini meliputi:

- Insentif Guru Honorer: Mengalami kenaikan menjadi Rp400.000, sebuah langkah signifikan setelah stagnansi selama dua dekade.

-Tunjangan Non-ASN: Pemerintah menaikkan nilai tunjangan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta pada tahun 2025.

-Percepatan Penyaluran: Skema distribusi tunjangan diubah dari per tiga bulan menjadi bulanan untuk menjaga stabilitas finansial para guru.

Digitalisasi dan Masa Depan

Sejalan dengan upaya modernisasi, pemerintah terus mendorong akselerasi digitalisasi pembelajaran melalui pendistribusian 280.000 perangkat TV digital ke sekolah-sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

Penegasan dari Sekretariat Kabinet ini menggarisbawahi bahwa penambahan anggaran bukan sekadar angka, melainkan bentuk detail keberpihakan negara terhadap siswa, guru, dan ketahanan infrastruktur sekolah di masa depan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Serang Iran, Ada Kepulan Asap dan Suara Ledakan di Teheran
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Seskab Teddy Indra Wijaya: Anggaran Pendidikan 2026 Meningkat Signifikan
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Wali Kota Muslim New York Tiba-Tiba Bertemu Trump, Ada Apa?
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Sebut AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Koko Erwin Bandar Narkoba
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 M Gubernur Kaltim, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.