Tembakan di Kaki Hentikan Ko Erwin, Bandar Narkoba Eks Kapolres Bima Kota

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ko Erwin si bandar narkoba terkait mantan Kapolres Bima Kota ini nyaris kabur ke Malaysia sebelum timah panas di kaki memungkasi upaya pelariannya.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri telah menangkap tersangka kasus narkotika bernama Erwin bin Iskandar alias Koko Erwin (57) itu.

Penangkapan terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat itu, Erwin berada di dalam kapal tradisional yang tengah berlayar di wilayah Pematang Silo, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Terlambat sedikit saja, Erwin akan masuk ke wilayah perairan Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan penangkapan dilakukan tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba bersama Satgas NIC setelah melakukan pengejaran intensif.

“Melalui tindakan cepat dan terukur, tim berhasil mengidentifikasi dan mencegah keberhasilan pelarian tersebut sehingga Erwin bin Iskandar berhasil diamankan sebelum sepenuhnya memasuki wilayah hukum Malaysia," kata Eko dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Tertangkapnya Ko Erwin, Bandar Narkoba Penyetor Rp 2,8 M ke Eks Kapolres Bima Kota

Upaya melarikan diri

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Polri, Erwin terendus berupaya melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari proses hukum di Indonesia.

Tim gabungan yang dipimpin Kombes Pol Handik Zusen bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Pol Kevin Leleury kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif.

Dalam upaya menuju Malaysia, Erwin dibantu oleh beberapa orang.

Baca juga: Bendahara Bandar Narkoba Ko Erwin Ditangkap, Diduga Terima Hasil Penjualan dari Polisi

Akhsan Al Fadhli alias Genda membantunya menuju Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan.

"Berdasarkan hasil interogasi terhadap Akhsan Al Fadhli alias Genda, diperoleh keterangan bahwa Erwin bin Iskandar telah merencanakan penyeberangan ke Malaysia melalui jalur laut ilegal dan telah berkoordinasi dengan pihak yang menyiapkan kapal," ungkap Eko.

Lalu, Erwin meminta bantuan pada Rusdianto alias Kumis yang berperan sebagai fasilitator penyeberangan.

Setelah diinterogasi, Rusdianto mengaku dihubungi seseorang yang dikenal dengan sebutan “The Doctor” untuk menyiapkan kapal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saat itu, dia sudah tahu Erwin tengah dikejar aparat terkait kasus narkotika. Tapi, Rusdianto tetap menghubungi Rahmat yang diduga sebagai penyedia kapal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua MPR: Pesantren adalah Tiang Negeri
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemendagri Tegur Gubernur Kaltim Rudy Ma sud Buntut Pengadaan Mobil Dinas Rp5,8 Miliar
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Megawati Hangestri Bicara Jujur soal Mimpinya di Indonesia, Ternyata Profesi ini yang Diidamkan Megatron Sejak Lama
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Bakrie & Brothers (BNBR) Targetkan Raup Rp 6,5 T dari Aksi Right Issue
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
PB GP Parmusi Rilis E-Book Gerak Nadi Perubahan: Manifesto Muslim Muda Nusantara di Masa Depan
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.