Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, di dalam dunia politik tak mengenal sebutan 'jalan buntu'. Ia menyebut akan selalu ada pilihan yang paling banyak manfaatnya dan sedikit mudaratnya.
Hal itu disampaikan Misbakhun dalam acara Inspirasi Bulan Suci diselenggarakan oleh detikcom, Kamis (26/2/2026). Ia mengatakan politik memberikan sejumlah alternatif dalam mengambil kebijakan.
"Kalau politik itu kan tidak ada sesuatu yang jalan buntu," kata Misbakhun dalam perbinangan dengan detikcom.
Politikus Golkar ini menceritakan momen dilematis dalam mengambil keputusan atas sebuah kebijakan. Namun, ia meyakini jika politik memberikan alternatif pilihan yang paling banyak kebermanfaatannya untuk umat.
"Politik inilah kan kemudian memberikan alternatif pilihan kebijakan, mana yang terbaik, paling banyak manfaatnya, paling sedikit mudaratnya. Dilematis sering, dilematis sering. Sangat sering. Contoh sederhananya, subsidi pupuk," ungkapnya.
Ia mencontohkan kebijakan skema pupuk subsidi dari cost plus margin menjadi market to maket (subsidi hulu). Ia mengatakan cost plus membuat beban negara bertambah terus.
"Dengan harga pasar plus, negara justru menghemat. Kalau dulunya berapapun harga yang dipatok oleh operator subsidi, itu negara akan bayar plus keuntungannya. Lah kalau sekarang dengan mekanisme pasar, kemudian silakan mereka menggunakan mekanisme pasar, artinya apa? Mereka harus efisien. Negara justru bisa menghemat. Penghematannya berapa? 20-an persen," kata dia.
Ia pun menyinggung keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% untuk petani. Menurutnya kebijakan diskon HET pupuk itu membantu petani.
"Bahkan keputusan yang luar biasa dari Pak Presiden, 20 persen itu bukan diambil oleh negara, tapi dijadikan diskon untuk petani. Itu kan pilihan politik," imbuhnya.
(dwr/jbr)





