Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku frustrasi dengan posisi Iran dalam perundingan yang berlangsung baru-baru ini. Namun Trump menambahkan bahwa dia belum memutuskan apakah akan memerintahkan serangan terhadap Teheran seperti yang menjadi ancamannya selama ini.
Putaran terbaru perundingan AS dan Iran baru saja digelar di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2) waktu setempat. Sehari setelah perundingan itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/2/2026), Trump mengatakan bahwa Teheran "tidak bersedia memberikan kepada kita, apa yang seharusnya kita dapatkan".
"Kita belum membuat keputusan akhir," ucap Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang penggunaan kekuatan militer.
"Kita tidak sepenuhnya senang dengan cara mereka bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kita tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi," kata Trump.
"Kita tidak menginginkan senjata nuklir dari Iran dan mereka tidak mengucapkan kata-kata emas itu," imbuhnya.
Trump menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan Iran melakukan pengayaan uranium sama sekali, bahkan untuk tujuan sipil.
"Saya mengatakan tidak ada pengayaan. Bukan 20 persen, 30 persen, mereka selalu menginginkan 20 persen, 30 persen, mereka menginginkannya untuk tujuan sipil, Anda tahu, untuk tujuan sipil. Saya pikir itu tidak beradab," ucapnya kepada wartawan.
(nvc/idh)





