TABLOIDBINTANG.COM - Kolak selalu jadi primadona saat waktu berbuka tiba. Rasanya yang manis dan legit memang menggoda setelah seharian berpuasa. Tapi, di antara kolak pisang dan biji salak, mana sebenarnya yang lebih ramah untuk kesehatan?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut angkat bicara. Dalam tayangan Instagram program Budi Gemar Sharing (#BGS), ia membagikan “rating” versi pribadinya untuk deretan takjil populer.
Menurut Menkes, kolak pisang dan ubi masih tergolong cukup sehat dan mendapat nilai B. Meski mengandung tambahan gula dari kuah santan, kehadiran pisang dan ubi dinilai memberi nilai plus karena kandungan seratnya.
“Memang manis, tapi ada pisang dan ubi yang kaya serat,” ujarnya.
Secara gizi, pisang dan ubi sama-sama sumber karbohidrat yang baik untuk mengembalikan energi setelah puasa.
Pisang dikenal lebih cepat dicerna karena mengandung karbohidrat sederhana, sekaligus kaya kalium dan vitamin B6 yang baik untuk fungsi otot dan saraf.
Sementara itu, ubi terutama ubi jalar berwarna oranye mengandung karbohidrat kompleks dan serat lebih tinggi sehingga memberi rasa kenyang lebih lama.
Ubi juga kaya beta-karoten atau provitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh.
Lalu bagaimana dengan kolak biji salak? Menurut Budi Gunadi Sadikin, menu ini mendapat nilai C alias kurang sehat.
Alasannya, bahan utama biji salak berbasis tepung dengan tambahan gula cukup tinggi, sementara kandungan seratnya minim.
“Lebih banyak tepung dan gula,” kira-kira begitu penilaiannya.
Dalam daftar takjil versinya, menu yang mendapat nilai tertinggi adalah kurma. Buah ini dinilai lebih sehat karena manisnya alami dan kaya serat, sehingga tetap aman dikonsumsi saat berbuka.
Meski begitu, bukan berarti kolak harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada porsi dan frekuensi.
Jika ingin tetap menikmati kolak pisang atau biji salak, sebaiknya imbangi dengan konsumsi air putih yang cukup serta makanan utama bergizi seimbang setelahnya.
Jadi, tim kolak pisang atau biji salak? Yang penting, tetap bijak memilih agar buka puasa tak hanya nikmat, tapi juga sehat.




