Istanbul (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Jumat (27/2) mengatakan pihaknya tidak pernah ditawari senjata nuklir oleh Inggris maupun Prancis, tetapi menegaskan bahwa ia akan menerima tawaran semacam itu dengan senang hati.
“Dengan senang hati, tetapi saya tidak menerima tawaran apa pun. Namun, dengan senang hati,” kata Zelenskyy dalam wawancara dengan Sky News, yang cuplikannya dibagikan oleh sejumlah media Ukraina.
Pernyataan Zelenskyy tersebut disampaikan dirinya untuk menanggapi klaim Rusia yang menyatakan Ukraina berusaha mendapatkan senjata nuklir melalui Inggris dan Prancis.
“Tidak, itu tidak terjadi,” lanjut Zelenskyy saat menanggapi kemungkinan adanya hal tersebut.
Pekan ini, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menuduh Inggris dan Prancis secara aktif bekerja untuk menyediakan bom nuklir kepada Kyiv.
Badan tersebut mengklaim bahwa Inggris dan Prancis meyakini bahwa dengan memiliki senjata nuklir, Ukraina akan mampu memperoleh persyaratan yang lebih menguntungkan untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki tahun kelimanya pada 24 Februari lalu.
Dalam konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, Zelenskyy sebelumnya telah menolak tuduhan Rusia tersebut dan menyebutnya sebagai taktik tekanan menjelang perundingan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Medvedev ancam respons nuklir jika Barat beri Ukraina senjata nuklir
Baca juga: Rusia peringatkan rencana Inggris dan Prancis pasok nuklir ke Ukraina
Baca juga: Pakta nuklir AS-Rusia berakhir, perundingan terancam hambatan serius
“Dengan senang hati, tetapi saya tidak menerima tawaran apa pun. Namun, dengan senang hati,” kata Zelenskyy dalam wawancara dengan Sky News, yang cuplikannya dibagikan oleh sejumlah media Ukraina.
Pernyataan Zelenskyy tersebut disampaikan dirinya untuk menanggapi klaim Rusia yang menyatakan Ukraina berusaha mendapatkan senjata nuklir melalui Inggris dan Prancis.
“Tidak, itu tidak terjadi,” lanjut Zelenskyy saat menanggapi kemungkinan adanya hal tersebut.
Pekan ini, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menuduh Inggris dan Prancis secara aktif bekerja untuk menyediakan bom nuklir kepada Kyiv.
Badan tersebut mengklaim bahwa Inggris dan Prancis meyakini bahwa dengan memiliki senjata nuklir, Ukraina akan mampu memperoleh persyaratan yang lebih menguntungkan untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki tahun kelimanya pada 24 Februari lalu.
Dalam konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, Zelenskyy sebelumnya telah menolak tuduhan Rusia tersebut dan menyebutnya sebagai taktik tekanan menjelang perundingan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Medvedev ancam respons nuklir jika Barat beri Ukraina senjata nuklir
Baca juga: Rusia peringatkan rencana Inggris dan Prancis pasok nuklir ke Ukraina
Baca juga: Pakta nuklir AS-Rusia berakhir, perundingan terancam hambatan serius





