Hati Guru SLB Bekasi Tergores Dengar Kegelisahan Siswa: “Setelah Lulus, Saya Kerja Apa?”

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kepala SLB Kembar Karya Pembangunan III, Vivi Sukmawati (53), mengaku tergores hatinya mendengar kegelisahan siswanya yang telah menyelesaikan pendidikan.

Hal itulah yang mendorongnya membuat program wirausaha yang dijalankan para siswa selama Ramadhan. Ia ingin membekali mereka dengan kemandirian agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Saya pengen anak-anak saya lulus dari sekolah mereka bisa mandiri. Karena kadang-kadang ada beberapa murid yang datang ke saya setelah lulus, Ibu, saya harus kerja apa? Itu yang menggores di hati saya,” ujar Vivi saat ditemui Kompas.com di Jalan Komodo Raya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Manang Soebeti Ungkap Identitas Peneror Petugas Damkar yang Buat Konten Helm

Menurut dia, masih ada perusahaan atau lembaga yang belum sepenuhnya membuka ruang bagi penyandang disabilitas.

Karena itu, ia mendorong para siswa untuk memiliki keterampilan berwirausaha sebagai bekal masa depan.

“Jadi dengan hal-hal yang seperti ini mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” katanya.

Ia berharap, keterlibatan langsung siswa di ruang publik dapat membuat mereka semakin terbuka dan percaya diri. Dukungan masyarakat pun diharapkan terus mengalir agar para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

"Harapan saya masyarakat bisa mendukung program kami. Jadi anak-anak bisa mandiri sendiri dan masyarakat menerima mereka dengan tangan terbuka," ujar Vivi.

Kegelisahan itu kini terjawab sedikit demi sedikit lewat kegiatan berjualan takjil yang dilakukan para siswa di Jalan Komodo Raya.

Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah siswa SLB Kembar Karya Pembangunan III tampak berdiri di balik meja dagangan, menawarkan aneka makanan dan minuman hasil buatan mereka sendiri.

Meski hanya berjualan di bawah tenda sederhana, semangat mereka tak surut. Setiap kali pembeli datang, senyum para siswa langsung merekah.

Baca juga: 73 KK Terdampak Proyek Flyover Bulak Kapal, Ganti Rugi Ditargetkan Cair Maret–April 2026

Dengan bahasa isyarat, mereka menunjuk menu, menyampaikan harga melalui gerakan tangan, lalu memastikan pesanan sebelum menghitung pembayaran.

Gerakan tangan yang lincah menjadi jembatan komunikasi antara siswa dan pembeli. Di tengah keterbatasan pendengaran dan bicara, interaksi tetap berlangsung hangat.

Para siswa menyapa pembeli dengan ekspresi ramah, kemudian kembali menggunakan bahasa isyarat untuk melayani transaksi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Mereka terbiasa menggunakan bahasa isyarat. Tapi kalau ketemu masyarakat kan tidak mungkin menggunakan bahasa isyarat, jadi itu memancing mereka untuk bisa berinteraksi dengan orang lain," ujar Vivi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Kiko Carneiro Absen, Ini Deretan Bek Yang Disiapkan Persik untuk Melawan Persis
• 7 jam lalubola.com
thumb
Sambut Ramadan, Animasi Nussa Hadirkan Cerita Baru
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Sekjen Peradi Bersatu Beber Pesan Jokowi terkait Kasus Roy Suryo Cs: Ketemu di Pengadilan
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Lens Gagal Ambil Puncak Klasemen Setelah Ditahan Imbang Strasbourg 1-1
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Terungkap! Ini Alasan KPK Langsung Tangkap Kasi Intel Cukai
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.