Australia di Australia Tetap Digelar Sesuai Jadwal, Pakar : Ancaman “Bom” Partai Komunis Tiongkok Justru Berbalik Arah

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Kelompok seni Shen Yun Performing Arts, yang dijuluki “pertunjukan nomor satu dunia”, tetap tampil sesuai jadwal di Australia pada 25 Februari, dan menuai pujian luas dari penonton. Menjelang pertunjukan, gelombang baru ancaman bom dan intimidasi yang diduga berasal dari tangan hitam Partai Komunis Tiongkok (PKT) memicu perhatian serta kecaman luas dari media arus utama dan para anggota parlemen Australia. Sejumlah pakar menilai PKT telah berada di ujung jalan, dan ancaman teror yang dilancarkannya justru berdampak sebaliknya.

 “Sekarang masih masa Tahun Baru Imlek, hari kesembilan. Saya bisa menonton Shen Yun—luar biasa indah. Benar-benar sebuah jamuan seni yang menakjubkan,” kata anggota Komisi Urusan Perantauan Taiwan, Chen Qiuyan. 

Pada 25 Februari malam, Shen Yun tampil sesuai rencana di Gold Coast Arts Centre, Negara Bagian Queensland, Australia, menandai pembukaan tur Oseania. Media arus utama setempat memuji pertunjukan ini sebagai jamuan seni yang sempurna.

Pengacara Scarlet David berkata:  “Pertunjukan Shen Yun benar-benar tak tertandingi. Kostum dan koreografi tarinya luar biasa, musiknya pun sangat menyentuh. Saya sungguh merekomendasikan semua orang untuk menontonnya—sangat indah!”

Namun sebelum pertunjukan, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan sejumlah pejabat tinggi lainnya menerima surat ancaman bom yang memuat aksara Mandarin sederhana. Albanese sempat dievakuasi dari kediaman resminya di Canberra, tetapi setelah pemeriksaan, polisi tidak menemukan hal mencurigakan.

“Fakta dasarnya adalah, ancaman teror kali ini identik dengan pola selama 20 tahun terakhir—propaganda internal dan eksternal yang disponsori rezim PKT terhadap praktisi Falun Gong, berupa serangan fitnah dan ancaman kekerasan teror,” ujar akademisi hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing. 

Pada 25 Februari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menjawab pertanyaan terkait dalam konferensi pers rutin. Namun, dalam transkrip resmi yang dipublikasikan di situs kementerian tersebut, bagian terkait justru dihapus.

Yuan Hongbing menambahkan:  “Propaganda resmi PKT—baik eksternal maupun internal—mengerahkan segala cara untuk memfitnah dan menyerang praktisi Falun Gong, termasuk media yang mereka dirikan serta kelompok seni yang mempromosikan budaya tradisional Tiongkok. Fitnah dan serangan ini sarat dengan ancaman kekerasan teroris.”

Peneliti Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Shen Ming-shih, mengatakan:
“Di seluruh dunia, pemerintah yang mengancam agar Shen Yun tidak boleh tampil, tampaknya hanya PKT. Tidak menutup kemungkinan mereka menggerakkan pihak tertentu—baik melalui perantara, bawahan, atau dengan menyuap orang—untuk melancarkan ancaman semacam ini.”

Didirikan pada 2006, Shen Yun mengemban misi menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok. Melalui tari klasik Tiongkok, orkestra perpaduan Timur–Barat, dan latar digital berteknologi tinggi, Shen Yun menampilkan esensi budaya Tiongkok yang berakar pada nilai spiritual. Saat ini, delapan rombongan Shen Yun melakukan tur ke seluruh dunia.

Pengacara Scarlet David menambahkan:  “Budaya tradisional yang ditampilkan sangat indah dan menghangatkan hati, menumbuhkan rasa hormat terhadap kehidupan dan tradisi yang mereka perlihatkan. Inilah Tiongkok kuno yang autentik.”

Selama 20 tahun, Shen Yun menjadi target represi lintas negara oleh PKT. Terutama tahun lalu, jumlah ancaman bom palsu terhadap teater pertunjukan Shen Yun serta ancaman penembakan massal melonjak tajam. Berbagai bukti menunjukkan ancaman-ancaman tersebut berkaitan dengan PKT.

Shen Ming-shih menilai:  “Semakin PKT menekan pertunjukan seperti ini, semakin tampak sifat totaliter dan diktatornya, sekaligus menunjukkan betapa mereka takut pada dampak Shen Yun. Bahkan mengancam akan mengebom kediaman perdana menteri adalah tindakan yang tidak masuk akal. Bukan menimbulkan efek gentar, justru memicu kemarahan publik. Ketika warga Australia bertanya mengapa PKT begitu takut pada pertunjukan ini, minat untuk menontonnya malah meningkat—hasilnya berbalik arah.”

Tur Shen Yun 2026 di Australia akan berlanjut setelah Gold Coast ke Sydney, Melbourne, dan Adelaide hingga 29 Maret mendatang.

Laporan oleh reporter NTD Tang Rui dan reporter khusus Luo Ya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geger! Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Kawasan Industri Karawang
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Ditekan Harga Batu Bara, Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Turun 48% di 2025
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hutan Kota Cawang Usai Temuan Banyak Kondom: Celah Pagar Dicor, Pohon Dipangkas
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Masinis di Cilacap Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bersihkan Toren Air
• 13 jam laludetik.com
thumb
Kepala BGN Klaim Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari untuk Cegah Pemborosan
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.