Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Menghadapi potensi lonjakan penumpang pada Lebaran 2026, PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perusahaan pelayaran nasional tersebut menerapkan sistem harga tiket dinamis sekaligus mendorong distribusi logistik dilakukan lebih awal melalui jalur ekspedisi.
Strategi ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan dan penumpang di pelabuhan maupun lintasan penyeberangan saat puncak arus mudik.
Direktur Utama DLU, Erwin H. Poedjono, mengungkapkan bahwa langkah antisipatif telah dirancang sejak akhir 2025 melalui rapat kerja internal manajemen.
“Kami ingin kepadatan tidak menumpuk di hari H. Karena itu, kami siapkan skema harga dinamis agar masyarakat terdorong berangkat lebih awal,” ujar Erwin di Surabaya, Jumat (27/2/2026).
Melalui skema tersebut, calon penumpang yang memilih jadwal keberangkatan lebih awal akan mendapatkan penawaran harga khusus. Insentif ini diharapkan mampu memecah konsentrasi arus mudik yang selama ini cenderung terjadi dalam waktu bersamaan.
Dengan distribusi waktu keberangkatan yang lebih merata, beban operasional pelabuhan dan kapal saat puncak arus mudik dapat ditekan secara signifikan.
Selain sektor penumpang, DLU juga mengimbau perusahaan ekspedisi agar tidak menunda pengiriman barang hingga mendekati hari raya. Pergerakan logistik lebih awal dinilai penting untuk menghindari antrean panjang kendaraan angkutan barang.
“Jika distribusi logistik sudah berjalan sejak jauh hari, maka ruang gerak kendaraan pemudik akan lebih longgar,” jelas Erwin.
Ia menambahkan, kesiapan armada dan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Penyesuaian jadwal kapal dilakukan secara cermat agar frekuensi pelayaran mampu mengakomodasi peningkatan permintaan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas logistik menjadi faktor kunci dalam mengurai kepadatan arus mudik.
“Logistik tidak boleh berhenti. Tinggal bagaimana pengaturan jalurnya agar tidak bercampur dengan kendaraan kecil maupun angkutan publik,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemisahan jalur berdasarkan jenis kendaraan serta pemanfaatan jalur alternatif agar distribusi barang tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas pemudik.
Dengan kombinasi strategi harga dinamis, percepatan distribusi logistik, serta pengaturan jalur kendaraan, DLU optimistis kepadatan arus mudik Lebaran 2026 dapat ditekan. Langkah proaktif ini sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memberikan layanan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews





