Update Kasus Dugaan Istri TNI Selingkuh dengan 13 Prajurit! Interaksi Disebut Menggunakan TikTok dan WhatsApp

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAYAPURA – Kasus dugaan istri TNI selingkuh dengan 13 prajurit kini memasuki babak penyidikan baru. Skandal memalukan ini diduga berawal dari interaksi intens di aplikasi TikTok dan WhatsApp.

Pihak Pomdam XVII/Cenderawasih terus mendalami bukti digital dari ponsel para pelaku terkait. Publik menanti hasil akhir pengusutan kasus yang melibatkan belasan oknum prajurit tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, menegaskan bahwa perkara ini telah diproses secara hukum militer. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti kabar yang sempat viral di berbagai media sosial.

“Terkait viralnya berita tentang kejadian tersebut, saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih,” ungkap Letkol Tri Purwanto, Jumat (27/2/2026), seperti dilansir detik.com.

Saat ini, tim penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi guna mengungkap fakta sebenarnya di balik isu perselingkuhan masif tersebut.

Meskipun rincian kronologi belum dibuka sepenuhnya, Kodam memastikan prosedur hukum berjalan transparan. Semua perkembangan resmi akan disampaikan langsung oleh tim penyidik Pomdam setelah pemeriksaan selesai dilakukan secara menyeluruh.

Terbongkar Berkat Laporan Suami

Indopop.id melansir, skandal ini pertama kali mencuat setelah suami dari wanita tersebut merasa curiga terhadap perilaku sang istri.

Prajurit yang bertugas di Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili ini kemudian melaporkan kecurigaannya kepada atasan pada pertengahan Februari 2026.

Sejauh ini, ibu Persit yang baru berusia 26 tahun tersebut telah diperiksa sebagai saksi kunci. Tak hanya sang istri, setidaknya 10 prajurit juga telah dipanggil untuk memberikan keterangan resmi terkait keterlibatan mereka dalam skandal yang menggemparkan ini.

Penggunaan TikTok dan WhatsApp

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan hubungan terlarang di Kabupaten Jayawijaya ini disinyalir sudah berlangsung sejak awal tahun 2025.

Seperti diberitakan Indopop.id, interaksi yang bermula dari lingkungan kesatrian tersebut kemudian berlanjut melalui platform digital agar tidak mudah terdeteksi.

Aplikasi TikTok dan WhatsApp disebut menjadi sarana utama bagi pihak wanita untuk menjalin komunikasi intensif.

Beberapa saksi menyebutkan bahwa pihak wanita yang diduga lebih dulu memulai komunikasi dan meminta nomor telepon para prajurit untuk berinteraksi lebih jauh.

Kini, penyidik telah menyita sejumlah telepon genggam (ponsel) milik pihak-pihak terkait. Barang bukti ini akan digunakan untuk mendalami isi percakapan serta membuktikan adanya pertemuan-pertemuan fisik di antara mereka.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan jumlah personel yang sangat masif dalam satu lingkaran skandal asusila. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masjid Al Ikhlas PIK Gelar Santunan dan Buka Bersama Anak Yatim
• 19 jam laludetik.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 28 Februari 2026: Hujan Sore-Malam
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Momen Warga Sahur Bersama di Huntara Aceh Tamiang: Daging dan Udangnya Enak!
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Imsak Pangkal Pinang Hari Ini 28 Februari, Lengkap Niat Puasa dan Waktu Salat
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemendag Catat Sembilan UMKM Raup Potensi Transaksi Rp10,76 Miliar di Pameran Spring Fair Inggris
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.