Pantau - Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di London melaporkan sembilan UMKM Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar 640,75 ribu dolar AS atau sekitar Rp10,76 miliar dalam pameran Spring Fair 2026 di Inggris.
Atase Perdagangan RI London Ayu Siti Maryam mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi dari penjajakan bisnis atau business matching serta tindak lanjut pascapameran oleh Atdag London.
Produk yang diminati pembeli Inggris antara lain dekorasi rumah, fesyen, dan gaya hidup.
Ayu mengatakan, "Respons positif buyer Inggris terhadap produk Indonesia, khususnya pada sektor dekorasi rumah, fesyen dan gaya hidup, menunjukkan nilai tambah pada desain, kualitas, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda yang kompetitif,".
Capaian ini mencerminkan Inggris sebagai pasar potensial bagi produk kreatif Indonesia.
Pada sektor tekstil, Inggris menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan pangsa sekitar 1,66 persen.
Posisi tersebut dinilai menunjukkan peluang pertumbuhan ekspor yang signifikan.
Partisipasi dalam pameran menjadi kesempatan untuk menjalankan strategi promosi dan perluasan pasar ekspor UMKM perempuan ke Inggris.
Ayu mengatakan, "Kami optimistis strategi promosi yang terarah, kolaborasi multipihak, dan penguatan peran UMKM perempuan mampu membawa Indonesia memperluas pangsa pasar di Inggris,".
Potensi transaksi akan ditindaklanjuti melalui pertemuan Business to Business antara UMKM dan mitra potensial untuk memastikan realisasi kontrak dagang.
Pada 2025 total perdagangan Indonesia dan Inggris mencapai 2,67 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia sebesar 1,6 miliar dolar AS dan impor sebesar 1,07 miliar dolar AS.
Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 529,82 juta dolar AS.
Ekspor utama Indonesia ke Inggris meliputi alas kaki, mesin dan peralatan listrik, kayu dan barang dari kayu, pakaian jadi bukan rajutan, serta mesin dan pesawat mekanik.




