Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung aksi bersih sampah serentak dalam rangka gerakan 'Jawa Tengah Asri' yang dipusatkan di kawasan pesisir Pantai Jodo, Kabupaten Batang, pada Selasa 24 Februari 2026. Aksi ini bukan sekadar simbolis, di mana Gubernur Luthfi bahkan turun langsung mengemudikan bulldozer untuk membersihkan tumpukan sampah di lokasi tersebut.
Kegiatan ini disambut antusias oleh lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, hingga masyarakat umum. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng Widi Hartanto serta jajaran Forkopimda. Selain itu, kepala daerah dari 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah juga turut berpartisipasi secara daring.
Widi menegaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran gubernur mengenai aksi bersih sampah yang dijadwalkan setiap Selasa dan Jumat.
"Harapannya adalah semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, hingga pelajar dan media, ikut berkontribusi bersama melakukan aksi sampah setiap Selasa dan Jumat," ujar Widi.
Baca juga: Gubernur Luthfi Canangkan Gerakan ASRI, Target Zero Waste 2029
Selain fokus pada pembersihan, Widi mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah. Sampah organik disarankan untuk dikelola menjadi komposter atau pakan maggot, sementara sampah anorganik yang bernilai jual dapat disalurkan ke bank sampah.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan harus menjadi budaya dan sarana edukasi bagi masyarakat. Mulai dari OPD hingga perorangan wajib terlibat.
Tak hanya soal sampah, Gubernur juga menyoroti pentingnya penghijauan pesisir demi menjaga garis pantai Jawa Tengah sepanjang kurang lebih 920 km yang rentan terhadap abrasi. Untuk itu, program penanaman mangrove kembali digencarkan dengan target penanaman 2 juta bibit mangrove dan tanaman pantai lainnya hingga akhir 2026.
Gerakan 'Jawa Tengah Asri' ini diharapkan menjadi momentum besar bagi Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus mewujudkan target Zero Waste pada 2050, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.




