DALAM semesta One Piece, Arc Wano Kuni menjadi salah satu babak terpanjang dan paling krusial. Selama lebih dari dua dekade, negeri samurai yang tertutup ini berada di bawah tumit besi Yonkou Kaidou. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, dari sekian banyak pulau di Grand Line, mengapa Kaidou memilih Wano sebagai markas besarnya?
Kaidou bukan sekadar bajak laut yang haus kekuasaan. Keputusannya menjajah Wano didasari oleh kombinasi strategi militer yang cerdik dan obsesi mendalam terhadap legenda masa lalu. Berikut adalah alasan utama mengapa Kaidou merebut Wanokuni.
1. Geografi Wano yang Tak TerpatahkanWano Kuni dikenal sebagai benteng alam. Terletak di atas air terjun raksasa dengan cuaca ekstrem, pulau ini hampir mustahil ditembus oleh Angkatan Laut atau Pemerintah Dunia. Bagi Kaidou, Wano adalah markas yang sempurna untuk membangun kekuatan tanpa gangguan pihak luar. Isolasi ini memungkinkannya mengumpulkan pasukan Bajak Laut Beast tanpa terdeteksi radar radar keadilan dunia.
Baca juga : 9 Fakta Kaidou Beraliansi dengan Big Mom di Arc Wanokuni One Piece
2. Monopoli Senjata dan Batu Laut (Kairoseki)Salah satu alasan paling pragmatis Kaidou merebut Wano adalah sumber dayanya. Wano adalah satu-satunya tempat di dunia di mana pengrajin ahli bisa mengolah Batu Laut (Kairoseki) menjadi benda-benda kecil seperti paku atau borgol. Dengan membangun pabrik senjata massal yang mencemari lingkungan Wano, Kaidou menjadi pemasok utama senjata di dunia bawah tanah (Underworld), memperkuat posisinya secara ekonomi dan militer melalui perantara seperti Doflamingo.
3. Menunggu Kedatangan Joy BoyIni adalah alasan paling filosofis yang terungkap menjelang kekalahannya. Berdasarkan informasi dari King (ras Lunarian), Kaidou mengetahui ramalan bahwa Joy Boy akan muncul di Wano untuk membuka perbatasan negeri tersebut. Kaidou yang merasa dirinya gagal menjadi sosok pembebas tersebut, memilih untuk menjadi "ujian terakhir". Ia menunggu sosok yang cukup kuat untuk mengalahkannya, karena ia percaya hanya Joy Boy-lah yang mampu menumbangkan kekuatannya yang absolut dan membawa perubahan pada dunia.
Kaidou membangun pabrik senjata di Wano bukan hanya untuk kekuatan sendiri, tapi untuk menciptakan kekacauan global demi memicu perang terbesar yang pernah ada di sejarah bajak laut.
Akhir Ambisi Kaidou di Tangan LuffySetelah 20 tahun penderitaan rakyat Wano, Monkey D. Luffy akhirnya tiba. Pertarungan di atap Onigashima menjadi puncak dari segalanya. Dengan kebangkitan Gear 5, Luffy tidak hanya mengalahkan Kaidou secara fisik, tetapi juga memenuhi nubuat sebagai Joy Boy yang membebaskan Wano. Kekalahan Kaidou menandai berakhirnya era tirani dan dimulainya pembukaan perbatasan Wano yang selama ini tertutup rapat. (Z-4)





