Jakarta, VIVA – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, bakal memperkuat sinergi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), guna mewujudkan program hunian layak bagi pekerja/buruh.
"Kemenaker siap membantu BP Tapera memetakan kembali kebutuhan program secara komprehensif, mulai dari besaran kebutuhan, grand design, lokasi, hingga preferensi hunian para pekerja,” kata Yassierli dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Dia mengatakan, tahun lalu pihaknya juga turut mendukung pelaksanaan sosialisasi BP Tapera di 10 titik. Menurutnya, masih terdapat potensi yang dapat terus dioptimalkan oleh BP Tapera.
- Antara
Karenanya, Kemenaker mendorong BP Tapera memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, agar harapan buruh terhadap program tersebut dapat benar-benar terwujud.
Yassierli menyatakan, pada tahun 2025 lalu segmen pekerja/buruh menjadi kelompok terbesar dalam capaian program BP Tapera.
“Alhamdulillah, berdasarkan capaian tahun 2025, segmen peserta terbesar berasal dari kalangan buruh,” ujar Yassierli.
Namun, Dia tetap mendorong pekerja yang belum memanfaatkan program tersebut agar mengoptimalkan kepesertaannya.
Di sisi lain, Dia juga mendorong kolaborasi lintas kementerian/lembaga untuk mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau bagi pekerja. Salah satunya adalah melalui Rapat Komite terkait pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera Tahun 2026.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan BP Tapera.





