EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang perempuan berusia 24 tahun di daratan Tiongkok berhasil melahirkan bayi kembar lima dengan selamat. Menurut statistik medis, peluang manusia untuk mengandung kembar lima secara alami hanya sekitar satu dari 60 juta kasus.
Menurut laporan Hubei Daily, pada 26 Februari dini hari, perempuan asal Xinjiang bernama Dili melahirkan lima bayi (satu laki-laki dan empat perempuan) di Zhongnan Hospital of Wuhan University. Bayi terberat memiliki berat 1.030 gram, sedangkan yang teringan hanya 870 gram. Kelimanya tergolong bayi dengan berat lahir sangat rendah.
Sekitar pukul 23.30 pada 25 Februari, Dili menunjukkan tanda-tanda ketuban pecah dini. Rumah sakit segera mengaktifkan prosedur operasi caesar darurat. Sekitar pukul 02.00 dini hari tanggal 26 Februari, operasi dimulai, dan tim medis berhasil membantu kelahiran kelima bayi secara berurutan.
Berat masing-masing bayi adalah:
- Anak pertama (laki-laki): 990 gram
- Anak kedua (perempuan): 1.020 gram
- Anak ketiga (perempuan): 970 gram
- Anak keempat (perempuan): 1.030 gram
- Anak kelima (perempuan): 870 gram
Nilai APGAR seluruh bayi berada di atas 6 poin, dengan tanda-tanda vital relatif stabil. Kondisi Dili pascaoperasi juga baik dan kini telah dipindahkan ke ruang perawatan umum.
Dili diketahui menderita sindrom ovarium polikistik, yang membuatnya sulit hamil dan berisiko tinggi mengalami keguguran.
Pada Agustus tahun lalu, ia berhasil hamil secara alami, yang membawa kebahagiaan besar bagi keluarganya. Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa ia mengandung bayi kembar banyak, yang tergolong kehamilan berisiko tinggi dengan kemungkinan komplikasi serius bagi ibu dan bayi.
Dili mengungkapkan, setelah pulang ke rumah ia mencari informasi tentang kehamilan kembar banyak secara daring dan mengetahui bahwa kondisinya berisiko menyebabkan perdarahan hebat serta komplikasi lain, sehingga ia merasa semakin cemas. Ia pun berupaya mencari dokter dan rumah sakit yang berpengalaman.
Melalui konsultasi daring, dokter dari Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan sempat menyarankan pengurangan jumlah janin. Namun, pasangan tersebut menolak karena menganggap setiap kehidupan sangat berharga dan khawatir pengurangan janin justru membahayakan janin lainnya.
Pada 27 Februari, ayah dari bayi kembar lima tersebut mengatakan kepada media Jimu News bahwa nama kelima anak telah ditentukan: Yunus, Miheriya, Miherima, Zamire, dan Zafare. Ia mengatakan nama-nama itu dipilih karena mudah diucapkan dan diingat. Ia juga menyampaikan pesan kepada istrinya: “Kamu sudah sangat berjuang. Saat pulang nanti, aku akan memberimu emas dan memasakkan pilaf serta baozi panggang kesukaanmu.”
Dokter menyatakan bahwa bayi prematur dengan usia kehamilan kecil dan berat badan rendah harus melewati berbagai tantangan, termasuk pernapasan, infeksi, dan pemenuhan nutrisi. Tim medis akan memantau secara ketat pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Dokter juga mengingatkan bahwa kehamilan dan persalinan kembar banyak tidak dianjurkan, karena termasuk kehamilan berisiko tinggi dengan potensi komplikasi serius bagi ibu dan bayi. Ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan prenatal dan pemantauan kehamilan secara rutin demi keselamatan bersama.
Data medis menunjukkan bahwa peluang kelahiran kembar lima dari kehamilan alami di dunia hanya sekitar satu dari 60 juta, sehingga tergolong sangat langka.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kelahiran kembar lima juga terjadi di berbagai negara:
- 5 Juli 2024, sepasang suami istri muda di Laurel, Amerika Serikat, berhasil melahirkan kembar lima secara alami (dua bayi laki-laki dan tiga perempuan).
- 20 September 2024, seorang ibu berusia 30-an di Korea Selatan melahirkan kembar lima (tiga laki-laki dan dua perempuan), menjadi kasus pertama kembar lima hasil kehamilan alami di negara tersebut.
- Pertengahan Desember 2025, seorang perempuan bernama Jessica di New York, Amerika Serikat, melahirkan kembar lima setelah dilarikan ke rumah sakit akibat ketuban pecah dini.
Editor penanggung jawab: Li Enzhen





