Spesies Baru Spinosaurus Ditemukan di Sahara, Punya Jambul Tengkorak Spektakuler

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Tim paleontolog berhasil mengungkap sebuah penemuan spektakuler spesies baru Spinosaurus yang memiliki jambul tengkorak yang belum pernah terlihat pada dinosaurus jenis ini sebelumnya.

Diberi nama Spinosaurus mirabilis, fosil hewan purba tersebut ditemukan di Gurun Saraha. Nama S. mirabilis memiliki arti 'kadal berduri menakjubkan'. Nama itu terasa pas, mengingat keunikan fosil yang ditemukan.

Namun, temuan ini bukan hanya soal tampilan yang memukau. Selama ini, fosil Spinosaurus umumnya ditemukan di endapan pesisir. Sementara spesimen terbaru ini justru berasal dari wilayah pedalaman Niger, ratusan kilometer dari laut terdekat. Penemuan ini bahkan mengejutkan tim peneliti yang dipimpin oleh Paul Sereno dari University of Chicago.

“Penemuan ini begitu mendadak dan luar biasa, sangat emosional bagi tim kami,” kata Sereno.

Ia mengenang momen ketika timnya berkerumun di sekitar laptop di tengah perkemahan gurun untuk pertama kalinya melihat bentuk spesies baru tersebut.

“Salah satu anggota tim membuat model digital 3D dari tulang-tulang yang kami temukan untuk merakit tengkoraknya, menggunakan tenaga surya di tengah Sahara. Saat itulah kami benar-benar menyadari betapa pentingnya penemuan ini,” ujarnya.

Dari bentuk giginya yang runcing dan saling mengunci mirip buaya modern serta lokasinya yang berdekatan dengan fosil dinosaurus berleher panjang di sedimen sungai purba, Sereno dan tim menduga Spinosaurus ini menjalani gaya hidup semi-akuatik.

Mereka memperkirakan dinosaurus ini hidup di habitat berhutan dengan banyak aliran sungai.

“Saya membayangkan dinosaurus ini seperti ‘bangau neraka’ yang tak kesulitan berjalan dengan kaki kokohnya ke air sedalam dua meter, tetapi mungkin lebih sering mengendap di perairan dangkal untuk memburu ikan-ikan besar pada masanya,” kata Sereno.

Salah satu ciri paling mencolok dari Spinosaurus mirabilis adalah jambul berbentuk seperti sabit di bagian tengkoraknya. Meski terlihat mengesankan, fungsi pasti dari struktur tersebut masih menjadi tanda tanya.

Tim peneliti menduga jambul itu dulunya dilapisi keratin, zat yang sama seperti penyusun kuku dan paruh burung. Bukan tidak mungkin, bagian tersebut memiliki warna mencolok, seperti paruh burung tukan, dan berfungsi sebagai alat pertunjukan visual, entah untuk menarik pasangan atau menunjukkan dominasi.

Penemuan ini memperluas pemahaman ilmuwan tentang keragaman Spinosaurus dan distribusinya yang ternyata tak terbatas pada wilayah pesisir. Dari jantung Sahara, fosil ini membuka bab baru dalam kisah predator purba yang masih menyimpan banyak misteri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Bocor Diterjang Cuaca Buruk, Nelayan Lansia Hilang di Laut Sulawesi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Terima Audit BPK Terkait Kasus Kuota Haji: Kerugian Negaranya Ada
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
9 Orang Ditangkap terkait Penyerangan di Kafe Wonomulyo Polman
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Inilah Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sejumlah Daerah, Siap Disodorkan ke MK
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Pengamanan Taman Kota Cawang Diperketat Usai Diduga Jadi Sarang Asusila
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.