Jakarta, tvOnenews.com - FIFA dikabarkan tengah mengkaji aturan baru untuk menindak pemain yang menutup mulut saat berbicara di lapangan, menyusul meningkatnya kasus dugaan pelecehan rasial dalam pertandingan sepak bola internasional. Wacana ini mencuat setelah insiden yang melibatkan Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior dalam laga Liga Champions pekan lalu.
Menurut laporan Press Association, tindakan menutup mulut dinilai menyulitkan investigasi jika terjadi dugaan ujaran rasis atau provokasi. Oleh karena itu, badan sepak bola dunia tersebut ingin mencari langkah pencegahan yang lebih tegas untuk memastikan transparansi komunikasi antar pemain.
Kasus ini bermula ketika Prestianni diduga melontarkan kata-kata rasis kepada Vinicius dalam pertandingan antara Real Madrid dan Benfica di Lisbon. Namun, pemain asal Argentina itu dengan tegas membantah tuduhan tersebut, sementara ucapannya sulit dipastikan karena ia terlihat menutup mulut saat berbicara.
FIFA disebut telah membahas ide tersebut dalam pertemuan teknis menjelang rapat umum tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Wales. Salah satu sumber internal bahkan menyebut gagasan ini sebagai “Hukum Vinicius”, yang diyakini mendapat dukungan awal dari asosiasi sepak bola Inggris.
Meski begitu, usulan ini masih berada pada tahap awal dan belum akan segera diajukan secara resmi. Pihak terkait menilai mekanisme penerapan serta pengawasan perlu dirancang secara matang agar tidak menimbulkan polemik baru.
Selain itu, FIFA juga mempertimbangkan peningkatan sanksi bagi pemain yang meninggalkan lapangan akibat kericuhan, dari kartu kuning menjadi kartu merah. Langkah tersebut muncul setelah kekacauan pada final Piala Afrika antara Senegal dan Maroko.
Vinicius sebelumnya melaporkan dugaan pelecehan kepada wasit Francois Letexier, yang membuat pertandingan dihentikan selama 10 menit sesuai regulasi UEFA. Setelah situasi kondusif, laga kembali dilanjutkan dan Real Madrid menang 1-0.
UEFA kemudian menjatuhkan sanksi sementara kepada Prestianni hingga absen di leg kedua, meski Benfica telah mengajukan banding. Namun, banding tersebut ditolak sehingga pemain sayap itu tetap tidak bisa tampil saat Real Madrid memastikan tiket ke babak 16 besar. (fan)




