Jelang Usia 40 Tahun, Dinda Kanya Dewi Fokus Jaga Massa Otot demi Tetap Produktif

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Menjelang usia kepala empat, aktris Dinda Kanya Dewi justru menunjukkan semangat hidup yang semakin prima. Penampilannya yang tetap bugar, energik, dan aktif berolahraga menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk menjaga kualitas hidup.

Di balik tubuh yang sehat dan kuat tersebut, tersimpan komitmen panjang serta kesadaran tinggi akan pentingnya kesehatan jangka panjang.

Saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (25/2/2026), Dinda mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mulai serius berlatih fisik bukanlah hal yang terjadi secara tiba-tiba. Ada satu momen penting yang menjadi titik balik dalam hidupnya, yakni ketika ia membaca sebuah artikel kesehatan beberapa tahun silam.

“Aku mulai kenapa aku memilih nge-gym itu aku memulainya dari umur aku 33,” ujar Dinda di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (25/2/2026).

Ia menyadari bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh membutuhkan perhatian ekstra agar tetap mampu menunjang aktivitas sehari-hari. Sebagai seseorang yang sejak lama menyukai olahraga permainan, Dinda merasa penting untuk mengenali kapasitas tubuhnya sendiri.

Ia mengaku gemar melakukan aktivitas fisik seperti basket dan badminton, yang membutuhkan kelincahan serta kekuatan otot yang baik. Kesadaran akan kondisi tubuh itulah yang mendorongnya untuk mulai membangun fondasi fisik sejak dini.

“Terus aku tahu kapasitas tubuhku, aku tahu aku lumayan suka olahraga permainan,” tuturnya.

Dari situ, Dinda pun mengambil keputusan untuk mulai “menyicil” massa ototnya melalui latihan beban di gym. Baginya, latihan fisik bukan sekadar demi penampilan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan. Ia ingin memastikan bahwa ketika memasuki usia 40 tahun nanti, tubuhnya masih cukup kuat untuk bergerak aktif tanpa rasa khawatir.

“Sudah saatnya aku menyicil supaya di usia 40 nanti aku bisa tetap masih bisa aktif,” jelasnya.

Dengan rutin melatih otot, ia berharap risiko cedera saat berolahraga dapat diminimalkan, terutama saat menjalani olahraga favoritnya yang cukup menguras tenaga.

 

Latihan di gym menjadi fondasi utama dalam menjaga kekuatan tubuhnya. Dengan otot yang terlatih, Dinda merasa lebih siap menjalani berbagai aktivitas fisik yang padat.

Selain basket dan badminton, ia juga sesekali bermain padel, bukan hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga untuk bersosialisasi dengan teman-temannya.

Rutinitas yang cukup padat tersebut menuntut kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, konsistensi dalam latihan beban menjadi kunci utama bagi Dinda untuk tetap menjaga performa tubuhnya.

Manfaat dari kebiasaan tersebut kini sudah sangat ia rasakan. Dinda mengaku jarang mengalami cedera, sesuatu yang menurutnya cukup kontras jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya yang jarang melakukan latihan beban.

“Teman-teman seumurku misalnya enggak pernah latihan beban, lagi main badminton gampang cedera. Aku alhamdulillah enggak,” ungkapnya dengan rasa syukur.

Tak hanya berdampak pada kondisi fisik, kebiasaan berolahraga juga membawa perubahan besar dalam gaya hidupnya. Dinda menjadi lebih sadar akan batas kemampuan tubuh dan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

“Lifestyle-ku jadi berubah karena tahu rasa beratnya beraktivitas, jadi party-party enggak terlalu banyak,” tutupnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Bersiap Serang Balik Israel-AS: Tak Ada Garis Merah
• 12 menit lalukumparan.com
thumb
Fajar/Fikri dan Ben/Sean Saling Puji Usai Latihan Bersama Jelang All England 2026
• 12 menit lalutvrinews.com
thumb
Pantau Kendaraan Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Kaltim, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Rawan Korupsi
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Lokasi Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain Terungkap
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemenag Rumuskan Proyeksi Santri Masa Depan Lewat Program Takjil Ramadhan
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.