Jalan Tanah Pasir yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara, rusak imbas proyek galian. Bagian tengah jalanan itu tak rata, bahkan lubang bekas galian tak langsung dicor, hanya ditutup memakai pelat besi.
Kondisi tersebut terlihat saat kumparan menyambangi kawasan itu pada Sabtu (28/2). Tampak, jalanan itu membuat sejumlah pengemudi harus ekstra hati-hati saat melewatinya.
Pelat besi yang menutupi bekas galian pun terus mengeluarkan suara bising saat dilewati mobil. Pelatnya terlihat bergoyang saat tertimpa beban kendaraan.
Selain bekas galian yang ditutupi besi, tampak ada lubang dalam yang tidak ditandai sama sekali. Dari lubang itu bisa terlihat kedalaman dari galian tersebut.
Seorang warga bernama Indra (39) bercerita bahwa kerusakan bermula saat proyek galian dimulai pada tahun lalu.
“Dari tahun kemarin udah mulai. Dari tahun kemarin, dia bilang 2026 selesai proyeknya. Ternyata sekarang 2026 kan udah masuk kan. Belum kelar-kelar juga. Sampai jalanan banyak korban banyak yang jatuh gitu,” ucap Indra saat ditemui di lokasi.
Meski tak pernah merenggut nyawa, Indra menyebut motor yang jatuh karena jalanan rusak itu sudah sangat banyak. Selain itu, kemacetan juga kerap terjadi karena proyek tak kunjung usai.
“Kendalanya kan banyak orang macet. Mau buru-buru nggak bisa gitu. Terus jalanan kan ada yang separuh ditutup,” ucap Indra.
Indra tak tahu siapa yang memiliki proyek galian pipa limbah ini. Ia mengeluhkan lambatnya pemulihan jalan usai bagian jalan selesai digali.
“Jadi semua gara-gara galian. Pipa bocor, pipa PAM di mana ada ngaruhnya gitu. Nah jalan kan rata-rata ada yang ditutup, ada yang nggak,” ucap Indra.
Indra juga mengeluhkan debu yang timbul akibat galian itu.
“Pakaian kita nyuci-nyuci kan pasti kan berdebu semua,” tambahnya.
“Ya ke depannya kalau bisa sih lebih baik lagi ya. Lebih profesional aja sih kerjanya. Gitu aja,” ucapnya.
Senada dengan Indra, warga lainnya, Supiantoro (52) juga mengeluhkan rusaknya jalan itu. Ia bercerita, akibat galian, pipa PAM warga kerap rusak.
“Iya dan juga pengaruhnya kepada warga ya dengan air PAM ini. Jadi terhambat air PAM-nya. Pernah waktu beberapa bulan nggak keluar airnya,” ucap Supiantoro.
“Sedangkan kan kalau untuk bayar tetap bayar. Sedangkan itu air kebutuhan utama. Terpaksa mau nggak mau ya beli isi ulang gitu,” tambahnya.
Sementara, seorang juru parkir di sekitar lokasi memperkirakan kedalaman galian itu mencapai 6 meter. Ia bercerita, pernah ada warga yang celaka hingga masuk ke dalam lubang itu.
“Iya, (jatuh) yang ke lobang itu,” tuturnya.
“(Masuk ke) Galiannya, Bang. Ada ibu-ibu lagi hamil, jatuh. Aduh ngeri,” tambahnya.
Juru parkir itu mengatakan sudah ada beberapa upaya dari pemilik proyek untuk memperbaiki jalan, salah satunya dengan mengaspal ulang bagian tengah jalan yang terimbas. Namun, ia merasa hal itu akan memerlukan waktu yang lama.
“Udah mulai, tapi pengerjaannya emang malam lagi, Bang, diaspal lagi,” ucapnya.
“Bisa lebih (dari setahun),” tandasnya.





