EtIndonesia. Laporan Pendapat Ahli Forensik Yudisial terkait insiden ledakan-kebakaran Xiaomi SU7 Ultra di Tianfu Avenue, Chengdu, baru-baru ini terungkap ke media dan merekonstruksi sejumlah detik krusial terakhir sebelum tragedi.
Menyusul itu, keluarga korban menunjuk firma hukum untuk menerbitkan “Pernyataan Pengacara” yang mengungkap lebih rinci soal penetapan tanggung jawab, penyebab kematian pemilik kendaraan, serta kegagalan pintu terbuka—kembali memicu sorotan publik atas keselamatan mobil listrik Xiaomi.
Kronologi singkatPada 13 Oktober 2025, sebuah Xiaomi SU7 Ultra mengalami kecelakaan lalu lintas di Tianfu Avenue. Kendaraan menabrak pembatas jalan, kemudian cepat terbakar dan meledak.
Pintu mobil terkunci dan tidak bisa dibuka, sehingga pengemudi tewas terpanggang. Peristiwa ini memicu perdebatan soal desain pintu, risiko keselamatan baterai, dan tanggung jawab pabrikan.
Pernyataan pengacaraAtas kuasa keluarga almarhum Deng (31), Sichuan Yafeng Law Firm pada 25 Februari merilis pernyataan yang merinci tiga fokus utama publik dalam insiden “10·13 kebakaran mandiri Xiaomi SU7 Chengdu”:
- Sebelum kecelakaan: Kecepatan kendaraan jauh melebihi batas. Pengemudi sempat tiga kali mengerem sebelum tabrakan, namun dua pengereman awal nyaris tidak efektif.
- Sesudah tabrakan: Hanya 9 detik kemudian, sistem listrik tegangan rendah terputus, fungsi pelepas elektrik pada gagang pintu gagal, sehingga pintu terkunci dan tidak dapat dibuka dari luar.
- Penyebab kematian: Korban meninggal akibat terbakar setelah kendaraan terbakar.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Surat Penetapan Kecelakaan Lalu Lintas hanya membedakan tanggung jawab utama/sekunder pengemudi dalam kecelakaan, tanpa hubungan sebab-akibat langsung dengan hasil kematian—sehingga bukan penetapan final penyebab kematian maupun tanggung jawab akhir. Masih ada fakta kunci yang belum terungkap, termasuk mengapa kendaraan cepat terbakar pasca-benturan.
Keluarga korban kini mengajukan permohonan resmi ke lembaga negara terkait untuk:
- Menguji kemungkinan anomali pengereman atau hilangnya kendali (oversteer/berputar) sebelum tabrakan;
- Melakukan penyelidikan menyeluruh atas kebakaran pasca-benturan.
Sebelumnya, Chengdu Public Security Bureau menyampaikan bahwa pada dini hari 13 Oktober 2025 terjadi kecelakaan di segmen selatan Tianfu Avenue. Mobil yang dikemudikan Deng menabrak kendaraan di depannya, lalu melintasi median hijau dan terbakar; Deng dinyatakan meninggal.
Sejumlah video di internet menunjukkan warga yang melintas berusaha menolong. Pintu tidak bisa dibuka, ada yang mencoba memecahkan kaca namun gagal. Api cepat membesar. Petugas pemadam akhirnya memotong pintu dengan gergaji listrik, tetapi pengemudi sudah meninggal dunia.
Tuntutan keluargaKeluarga menilai desain tombol pelepas elektrik tanpa tuas mekanis eksternal menyebabkan pintu tak bisa dibuka ketika listrik terputus pasca-benturan, menjadi faktor penting gagalnya evakuasi. Mereka menuntut pabrikan ikut bertanggung jawab.
Hingga kini, belum tercapai kesepakatan ganti rugi dengan pihak Xiaomi Auto.
(Reporter: He Yating | Editor penanggung jawab: Lin Qing)





