PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kota industri ini diproyeksikan menjadi kota pertama di Indonesia yang seluruh wilayahnya teraliri jargas sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional sektor energi dan minerba.
Manager PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan, pengembangan jargas dilakukan secara bertahap hingga 2030. Saat ini jaringan sudah terpasang di 10 ribu kawasan seperti Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota. Kedepan akan diperluas ke Lubuk Baja, Sekupang, serta Nongsa.
“Targetnya sampai 2030 seluruh wilayah Batam bisa terlayani jargas. Ini memang menjadi cita-cita pemerintah agar Batam menjadi kota percontohan nasional,” ujar Wendi, Sabtu (28/2/2026).
Program jargas dinilai bukan hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara. Berdasarkan perhitungan PGN, Wendi menghitung, optimalisasi jaringan gas bumi secara nasional berpotensi menghemat subsidi energi hingga sekitar Rp79 miliar per bulan.
Efisiensi tersebut, berasal dari berkurangnya ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram bersubsidi yang selama ini membebani APBN. Dengan semakin banyak rumah tangga beralih ke gas bumi melalui jaringan pipa, distribusi LPG subsidi bisa lebih tepat sasaran.
“Mulai 2027 PGN menargetkan pemasangan 114 ribu Jargas di Batam. Kalau satu kota besar seperti Batam sudah penuh jargas, maka beban subsidi LPG bisa ditekan dan dialihkan untuk masyarakat yang memang belum terjangkau jaringan gas,” jelasnya.
Wendi menegaskan, kehadiran jargas bukan berarti menghilangkan LPG 3 kilogram dari peredaran. Tabung melon tetap akan tersedia bagi masyarakat yang belum memiliki akses jaringan gas, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.
“LPG 3 kilo tetap ada. Program ini bukan menghapus, tapi menata ulang agar subsidi lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai bagian dari holding energi nasional bersama Pertamina Group, PGN mendapat mandat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi di wilayah perkotaan.
Batam dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan kepadatan penduduk yang ideal untuk menjadi model transformasi energi perkotaan. Jika proyek ini sukses, Wendi mengkleim, Batam akan menjadi rujukan bagi kota besar lain di Indonesia dalam implementasi jaringan gas rumah tangga.
Wendi juga mengajak, seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk mendukung program nasional ini melalui penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif.
Baca Juga: PGN Masuk Jajaran 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi Majalah TIME
“Kalau Batam berhasil menjadi kota full jargas, ini bukan hanya keberhasilan PGN, tapi keberhasilan pemerintah dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.





