Teheran (ANTARA) - Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah menyatakan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat dan bugar setelah Israel dan Amerika Seriakt melakukan serangan gabungan terhadap negeri tersebut, Sabtu (28/2).
“Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya baik,” tulis pejabat itu di platform X.
Sementara itu, juru bicara Menteri Luar Negeri Ismail Baghaei juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga tidak terluka dalam serangan tersebut.
"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja," kata Baghaei seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pada saat bersamaan, sejumlah komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan pejabat tewas dalam serangan gabungan AS-Israel, lapor Reuters yang mengutip sumber Iran.
AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari arah udara dan laut, Sabtu. Sebelumnya pada 20 Februari, Presiden AS Donald Trump mengatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan serangan terbatas terhadap Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran tuding AS dan Israel langgar Piagam PBB, janjikan respons tegas
Baca juga: Tujuh roket hantam dekat kediaman Khamenei, Istana Kepresidenan Iran
“Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya baik,” tulis pejabat itu di platform X.
Sementara itu, juru bicara Menteri Luar Negeri Ismail Baghaei juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga tidak terluka dalam serangan tersebut.
"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja," kata Baghaei seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pada saat bersamaan, sejumlah komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan pejabat tewas dalam serangan gabungan AS-Israel, lapor Reuters yang mengutip sumber Iran.
AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari arah udara dan laut, Sabtu. Sebelumnya pada 20 Februari, Presiden AS Donald Trump mengatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan serangan terbatas terhadap Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran tuding AS dan Israel langgar Piagam PBB, janjikan respons tegas
Baca juga: Tujuh roket hantam dekat kediaman Khamenei, Istana Kepresidenan Iran




