EtIndonesia. Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman keamanan. Keadaan darurat nasional telah diumumkan karena risiko serangan balasan, dan warga diimbau untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, menurut The Times of Israel, yang mengutip Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.
Rincian serangan dan langkah-langkah keamanan
Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan pemberlakuan “keadaan darurat segera di seluruh negeri”. Menurutnya, serangan pendahuluan terhadap Iran diperlukan untuk menetralisir ancaman yang ada terhadap negara Israel.
Sirene saat ini berbunyi di seluruh negeri. Komando Pertahanan Dalam Negeri IDF telah mendesak warga sipil untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan bom dan menghindari perjalanan yang tidak perlu karena situasi keamanan yang tegang.
Panduan untuk warga sipil
Angkatan Pertahanan Israel menekankan bahwa “peringatan proaktif” bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan serangan rudal di wilayah Israel.
Tentara mengatakan bahwa saat ini, tidak perlu memasuki tempat perlindungan. Tetapi warga harus mengetahui lokasi tempat perlindungan terdekat.
Eskalasi di Timur Tengah
Di tengah situasi yang meningkat pesat di Timur Tengah, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mempertimbangkan skenario yang dapat mengubah jalannya peristiwa dalam beberapa minggu mendatang.
Di Gedung Putih, ada keyakinan bahwa akan menguntungkan secara politik bagi Amerika Serikat jika Israel mengambil langkah militer pertama. Penasihat presiden berpendapat bahwa langkah tersebut akan memberi Washington posisi yang lebih kuat jika terjadi operasi skala besar.
Pada saat yang sama, perkembangan diplomatik menunjukkan manuver yang tidak terduga. Selama pembicaraan Februari di Oman, Teheran dilaporkan menawarkan untuk mentransfer persediaan uranium yang sangat diperkaya ke Rusia — cukup untuk dua belas hulu ledak nuklir. Pejabat Iran juga mengisyaratkan kemungkinan pembekuan pengayaan uranium selama tiga tahun.
Terlepas dari sinyal-sinyal menuju dialog ini, situasi tersebut berada di ambang konflik global. Sementara Washington secara resmi mempertimbangkan opsi untuk melawan program rudal Iran, sumber-sumber di kalangan Amerika semakin mencatat bahwa pengaruh diplomatik hampir habis.(yn)





