Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperdalam kemitraan strategis melalui penguatan investasi pada sektor-sektor krusial guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah Indonesia dan Jepang kembali menegaskan komitmen mereka untuk memperkokoh kerja sama ekonomi dalam forum "Second Indonesia–Japan Cooperation Dialogue" (IJCD) yang berlangsung baru-baru ini.
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi sinyal kuat kedua negara dalam menjaga stabilitas rantai pasok di kawasan Indo-Pasifik.
Dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir, dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Akahori Takeshi, dialog ini merupakan implementasi nyata dari hasil pertemuan menteri luar negeri dan pertahanan (2+2) yang digelar pada November 2025 lalu.
Fokus pada Industri Masa Depan
Dalam diskusi tersebut, kedua negara menyepakati peta jalan kerja sama yang berfokus pada transisi energi, ekonomi maritim, dan hilirisasi industri.
Jepang tetap diposisikan sebagai sekutu ekonomi utama bagi Indonesia, terutama dalam mendukung agenda transformasi nasional melalui aliran investasi berkualitas.
"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam arah kerja sama di tengah dinamika geo-ekonomi global yang semakin kompleks," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Februari 2026.
Kedua belah pihak juga menyoroti pentingnya adopsi teknologi baru (emerging technologies) sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing global.
Langkah ini diharapkan mampu membentengi ekonomi kedua negara dari dampak disrupsi teknologi dan perubahan iklim.
Kemitraan yang Terus Berevolusi
Hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 1958 ini terus mengalami peningkatan status secara signifikan.
Setelah sebelumnya menyandang status kemitraan strategis pada 2006, hubungan kedua negara resmi meningkat menjadi Comprehensive Strategic Partnership sejak tahun 2023.
Data ekonomi mencerminkan kedekatan tersebut:
- Total Perdagangan (2025): Mencapai 32,07 miliar dolar AS.
- Realisasi Investasi: Menyentuh angka 3,1 miliar dolar AS.
Selain aspek komersial, Tokyo secara konsisten menjadi mitra pembangunan melalui bantuan teknis dan pembiayaan infrastruktur strategis selama berdekade-dekade.
Sinergi ini tidak hanya bertujuan untuk keuntungan bilateral, tetapi juga diproyeksikan sebagai jangkar stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.
Melalui IJCD kedua ini, Indonesia dan Jepang berupaya menciptakan model kerja sama ekonomi yang inklusif dan adaptif, memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai tetap tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews





