Rohan menjelaskan dari R23 triliun, sebanyak Rp15 triliun atau 63 persen dialokasikan untuk maskapai Citilink.
IDXChannel - Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan suntikan dana terhadap PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar Rp23 triliun yang dilakukan sejak tahun lalu sudah digunakan untuk pembayaran utang maskapai.
Rohan menjelaskan dari R23 triliun, sebanyak Rp15 triliun atau 63 persen dialokasikan untuk maskapai Citilink. Sebab, ada sekitar 70 persen armada Citilink belum layak terbang pascapandemi Covid-19.
Suntikan modal tersebut telah digunakan Citilink untuk membayar utang service pesawat serta tunggakan pembelian avtur.
"Update capital injection yang tahun lalu, penggunaannya kan 63 persen dari setoran Rp23 triliun, Rp15 triliun nya itu ke Citilink, karena kalau tidak dikasih dana pesawatnya sudah 70 persen, nggak boleh terbang karena belum service," ujarnya di Wisma Danantara dikutip Kamis (26/2/2026).
Dia menambahkan, kondisi saat pandemi Covid-19 cukup membuat bisnis maskapai kesulitan untuk mendapatkan pendapatan. Sementara di sisi lain, biaya perawatan pesawat terus berjalan ada atau tidaknya penumpang.
"Jadi bukan inject dibuang, itu ongkos service yang ditunda karena Covid, penumpangnya juga tidak ada, biarin saja dulu. Waktu dia harus service, sudah menumpuk tuh, karena kan covid tidak ada yang tahu, setahun, dua tahun, jadi sudah menumpuk, pesawatnya cukup banyak yang harus diservice, itu yang sedang dilakukan," kata Rohan.
Kemudian, sebanyak Rp3 triliun untuk membayar utang BBM kepada Pertamina.
Rohan mengatakan, kondisi pasca Covid-19 pun juga menjadi periode yang belum cukup menguntungkan bagi maskapai.
Sebab, masih banyak pesawat yang belum bisa terbang karena belum rampung tahap perbaikan. Sehingga pendapatan yang dihasilkan, meskipun penerbangan minim, hanya cukup untuk membayar gaji kru pegawai dan maintenance harian.
"Kalau terbang pun uangnya dipakai buat maintenance, pegawai, buat segala macam, jadi keadaan itulah yang membuat setoran-setoran yang dampaknya baru sekarang (terhadap kinerja keuangan Garuda)," kata dia.
(NIA DEVIYANA)





