DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Bali terus menggali informasi terkait penemuan potongan tubuh di Pantai Ketewel, Sukawati, Gianyar, Kamis (26/2/2026).
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menyebut, potongan tubuh tersebut diduga kuat korban mutilasi.
Saat ini, seluruh potongan tubuh yang ditemukan telah dibawa untuk menjalani proses autopsi oleh tim Dokkes dan Laboratorium Forensik Polda Bali bekerja sama dengan RSUP Prof. Ngoerah.
“Dari potongan tubuh yang ditemukan, terdapat indikasi kuat korban dimutilasi. Saat ini masih dilakukan pendalaman melalui autopsi dan pemeriksaan forensik,” ujar Kombes Ariasandy, Jumat (27/2/2026).
BACA JUGA: Panduan Lengkap Cara Daftar Mudik Gratis Kemenhub 2026 Lewat nusantara.kemenhub.go.id, Dibuka 1 Maret
BACA JUGA:Israel dan Amerika Incar Rumah Ayatollah Ali Khamenei, Trump: Kami Akan Serang dari Segala Penjuru
Sejumlah potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian antara lain, kepala, lengan dan bahu kanan serta kiri; telapak kaki kanan; potongan paha; tulang rusuk; organ dalam tubuh.
Menurut Kombes Ariasandy, jenis kelamin korban laki-laki dan jasad telah membusuk diduga dibuang 2-3 hari yang lalu.
“Potongan tubuh ditemukan di area muara. Diduga terbawa aliran air dari lokasi lain sebelum akhirnya bermuara di Pantai Ketewel,” jelas Kombes Ariasandy.
Di sisi lain, kepolisian juga masih mencocokan sampel DNA potongan korban dari keluarga seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan sejak pertengahan Februari 2026.
BACA JUGA:Baznas dan BPJPH Kolaborasi Pengelolaan Zakat dan Jaminan Produk Halal
BACA JUGA:Sofyano Zakaria Minta Pelindo Serius Optimalkan Tol Cibitung–Cilincing
Korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Ihor Komarav (28), warga negara Ukraina, berjenis kelamin laki-laki, dengan nomor paspor GF741959 yang juga beredar kabar sebagai anak dari salah satu mafia di negaranya.
“Tim DVI akan mencocokkan sampel DNA keluarga dengan potongan tubuh yang ditemukan,” ujar mantan Kabid Humas Polda NTT tersebut.
Selain identifikasi forensik, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV, saksi di sekitar lokasi, serta jejak pergerakan korban sebelum dinyatakan hilang.
- 1
- 2
- »





