ACEH, KOMPAS.TV - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh Selatan mendadak menjadi sorotan setelah 18 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan dilarikan ke rumah sakit dengan gejala mual, muntah, dan sakit perut.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan bahkan menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB), status yang menandakan adanya situasi serius yang membutuhkan respons cepat dan investigasi menyeluruh.
Sekretaris Dinkes Aceh Selatan, Faizah Abbas, menyatakan bahwa kasus dugaan keracunan tersebut merupakan yang pertama terkait program MBG di wilayah itu.
Baca Juga: BGN Hentikan Sementara Operasional 47 SPPG Buntut MBG Tidak Layak Konsumsi
“Kasus ini kami kategorikan sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Ini yang pertama di Aceh Selatan terkait dugaan keracunan MBG,” ujar Faizah di Aceh Selatan, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.
Sebanyak 18 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja mengalami gejala tidak lama setelah mengonsumsi menu MBG.
Berdasarkan keterangan awal, para siswa menyantap mi, bakso, dan es kacang sebelum akhirnya merasakan keluhan kesehatan.
Dari total korban, 14 siswa harus menjalani rawat inap, sementara sisanya mendapat perawatan jalan. Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, dan sakit perut.
Secara medis, para siswa didiagnosis mengalami obs vomitur atau observasi muntah hebat serta urtikaria, yakni reaksi alergi berupa bentol kemerahan disertai rasa gatal.
“Kombinasi gejala tersebut kerap mengarah pada dugaan keracunan makanan atau reaksi alergi akut,” kata Faizah.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV/Antara
- keracunan MBG
- KLB Aceh Selatan
- siswa keracunan makanan
- Dinkes Aceh Selatan
- SPPG Ujung Padang Asahan
- sertifikat higienis sanitasi





