BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah warga mengaku menjadi korban dugaan penipuan kerja sama promosi oleh influencer dengan akun Instagram @pandu.bone alias Pandu Sulaeman.
Modus yang disebut digunakan berupa penawaran endorsement atau pembuatan konten di tempat usaha, dengan nilai kerja sama bervariasi.
Salah satu korban, Anggi Pamungkas (26), pedagang mie ayam dan bakso di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, menyebut jumlah korban sementara mencapai lima orang.
“Korbannya ada lima termasuk saya. Jadi saya beranggapan kalau ini enggak diseriusin, bakal ada korban-korban berikutnya,” ujar Anggi saat ditemui Kompas.com di warungnya, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Influencer Asal Bekasi Diduga Tipu UMKM, Uang Endorse Jutaan Rupiah Tak Kembali
Tunda Laporan Polisi, Tunggu Mediasi
Anggi mengatakan, ia bersama korban lain sempat berencana membuat laporan polisi ke Polres Metro Bekasi.
“Dari awal kita mau bikin LP (laporan polisi) sebenarnya, tapi berhubung kami dihubungi pihak polres untuk mediasi Senin besok, jadi belum (laporan),” kata Anggi.
Namun di tengah rencana mediasi tersebut, Anggi menyayangkan langkah Pandu yang mengunggah video konten di warungnya saat grand opening tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
“Padahal udah keluar dari masa kontrak juga, perjanjiannya tanggal berapa. Baru di-upload hari ini dan kenapa harus nunggu viral dulu baru di-upload,” ujarnya.
Menurut Anggi, kesepakatan terakhir justru mengarah pada pengembalian dana (refund), bukan publikasi konten.
“Sedangkan terakhir itu perjanjian untuk refund, tapi kenapa di-upload?” katanya.
Meski video kunjungan ke warungnya telah diunggah, Anggi menegaskan tetap menginginkan uangnya dikembalikan.
“Kalau saya pengennya refund aja. Soalnya ini menyangkut masa promo, dua ya reputasi dia udah jelek, untuk apa saya endorse sama dia kan?,” ujarnya.
Ia juga mengaku tidak pernah menerima permintaan maaf maupun pemberitahuan sebelum video dipublikasikan.
“Dia juga enggak ada itikad baik minta maaf. Dia sudah ngata-ngatain saya di Instagram, di Insta Story, enggak ada permintaan maaf,” kata dia.