Biaya Keamanan Piala Dunia Terhambat

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Foxborough

Nasib tujuh laga di Stadion Patriots belum pasti akibat sengketa dana keamanan senilai 8 juta dolar AS. 

Penyelenggaraan tujuh pertandingan Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, kini berada dalam ketidakpastian. 

Otoritas lokal menegaskan tidak akan menerbitkan izin operasional sebelum adanya jaminan terkait penanggungan biaya keamanan yang diperkirakan mencapai $7,8 juta (sekitar Rp123 miliar).

Dewan Select Board Foxborough menyatakan sikap tegas bahwa beban finansial tersebut tidak boleh ditanggung oleh pajak warga setempat.

Hingga pertemuan terakhir, belum ada kesepakatan konkret antara pihak penyelenggara dengan pemerintah kota mengenai dana tersebut.

Tenggat Waktu dan Anggaran yang Terhimpit 

Pemerintah kota telah menetapkan batas waktu hingga 17 Maret 2026  mendatang untuk menyetujui lisensi yang dibutuhkan FIFA. 

Hal ini didasari oleh kompleksitas persiapan keamanan yang menuntut standar tinggi selama 39 hari penuh, mulai dari pembukaan turnamen pada 11 Juni hingga final di bulan Juli 2026.

Wakil Ketua Select Board Foxborough, Stephanie McGowan, menekankan bahwa angka tersebut setara dengan hampir sepuluh persen dari total anggaran tahunan kota kecil berpenduduk 19.000 jiwa tersebut.

"Uang tersebut harus tersedia. Kami adalah kota kecil," ujar McGowan dalam forum tersebut. 

Ia menambahkan bahwa tidak bertanggung jawab bagi pemerintah kota untuk membebankan biaya besar kepada pembayar pajak demi acara yang hanya berlangsung singkat.

Dampak Penutupan Pemerintah Federal 

Meskipun Kongres AS telah menyetujui dana bantuan keamanan sebesar $625 juta untuk 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat, dana tersebut belum dapat dicairkan. 

Kendala ini diperburuk oleh penutupan sebagian pemerintahan (partial government shutdown) yang melumpuhkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) serta FEMA sebagai lembaga penyalur dana.

Stadion Gillette sendiri dimiliki oleh The Kraft Group, sementara lahan di bawahnya merupakan milik pemerintah kota.

Biasanya, untuk pertandingan NFL atau MLS, pemilik stadion membayar dana jaminan di muka.

Namun, pihak FIFA yang hadir dalam pertemuan tersebut belum memberikan komitmen finansial yang diharapkan oleh dewan kota.

Anggota dewan lainnya, Mark Elfman, menyatakan keheranannya atas ketidaksiapan mekanisme pendanaan ini di tengah skala turnamen yang bersifat global. 

Tanpa kepastian dana hingga pertengahan Maret, status Foxborough sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia terancam batal demi menjaga stabilitas fiskal daerah.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membangun Kebijakan Pembangunan Inklusif untuk Perempuan Adat di Sumba Timur
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Super League 2025/2026 Jadi Musim Tersubur Jordi Amat Sepanjang Karier di Persija
• 14 jam lalubola.com
thumb
Puluhan Juta Warga Alami Masalah Mental, Cak Imin: Ini Gunung Es yang Sangat Mengkhawatirkan!
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
5 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Pekanbaru, Cocok untuk Keluarga
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Seskab Teddy Indra Wijaya: Anggaran Pendidikan 2026 Meningkat Signifikan
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.