Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sawit Grup Salim PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) atau Lonsum membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih untuk periode tahun buku 2025.
Melansir laporan keuangannya, Lonsum mencatat penjualan sebesar Rp5,51 triliun atau tumbuh 21% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang sebesar Rp4,56 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan harga jual rata-rata serta volume penjualan produk sawit.
LSIP membukukan laba bruto sebesar Rp2,26 triliun atau naik 14% yoy. Laba usaha meningkat 30% yoy menjadi Rp2,01 triliun.
Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 28% yoy menjadi Rp1,88 triliun, dari Rp1,47 triliun pada 2024.
Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti Lonsum tercatat turun 3% yoy menjadi 1,14 juta ton. Namun, total produksi crude palm oil (CPO) meningkat 2% yoy menjadi 292.000 ton, seiring dengan kenaikan pasokan TBS dari pihak eksternal.
Adapun hingga akhir 2025, Lonsum juga tercatat tidak memiliki pendanaan melalui utang bank, mencerminkan struktur permodalan yang solid.
Baca Juga
- Beda Nasib Emiten Konsumer dan CPO Anthoni Salim INDF, ICBP, LSIP, ROTI Cs
- IHSG Hari Ini (3/11) Diproyeksi Menguji Level 8.200, Cermati LSIP, INCO hingga SMGR
- Waspada IHSG Diproyeksi Uji Level 8.000, Cek Saham MYOR, LSIP, hingga MBMA
Presiden Direktur Lonsum Tan Agustinus Dermawan mengatakan perseroan mampu mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta ketidakpastian global.
“Lonsum mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2025 di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis yang terus berlanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menuturkan fokus Lonsum tetap pada pengendalian biaya dan efisiensi, optimalisasi kegiatan operasional dan produktivitas, serta memprioritaskan investasi modal dengan tetap menerapkan praktik-praktik agrikultur secara berkelanjutan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





