Israel Serang Iran, Netanyahu Umumkan “Operasi Raungan Singa”

suarasurabaya.net
12 jam lalu
Cover Berita

Israel melancarkan serangan pendahuluan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan ledakan di Teheran pada Sabtu pagi waktu setempat.

Di Israel, sirene peringatan berbunyi sekitar pukul 08.15 waktu setempat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan balasan rudal dari Iran. Situasi siaga langsung diberlakukan di berbagai wilayah.

Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor esensial. Wilayah udara juga ditutup untuk penerbangan sipil, sementara otoritas bandara meminta masyarakat tidak mendatangi bandara hingga ada pemberitahuan lanjutan.

Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel dalam pernyataan resminya menyebut, operasi itu dilakukan bersama Amerika Serikat untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial dari Iran.

“Saudara-saudariku, warga negara Israel, belum lama ini, Israel dan Amerika Serikat memulai operasi untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran,” ujar Netanyahu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Donald Trump Presiden Amerika Serikat. “Saya berterima kasih kepada sahabat kita, Presiden Trump, atas kepemimpinannya yang bersejarah. Selama 47 tahun, rezim Ayatollah telah meneriakkan ‘Matilah Israel,’ ‘Matilah Amerika.’”

BACA JUGA: Israel Serang Iran, Timur Tengah di Ambang Konflik Baru

Dilansir dari BBC, Netanyahu menuding pemerintah Iran sebagai rezim yang berbahaya dan tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Rezim ini telah menumpahkan darah kita, membunuh banyak warga Amerika, dan membantai rakyatnya sendiri. Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh dipersenjatai dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia. Tindakan bersama kita akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyerukan perubahan politik di Iran dengan menyebut berbagai kelompok etnis di negara tersebut. “Telah tiba waktunya bagi semua lapisan masyarakat Iran — Persia, Kurdi, Azeri, Baluchi, dan Ahwazi — untuk melepaskan diri dari belenggu tirani dan mewujudkan Iran yang merdeka dan damai,” katanya.

Netanyahu mengungkapkan bahwa operasi militer ini diberi nama Operasi Raungan Singa. Ia meminta warga Israel mengikuti arahan otoritas keamanan selama beberapa hari ke depan.

“Saya memohon kepada Anda, warga Israel, untuk mendengarkan instruksi dari Komando Pertahanan Dalam Negeri. Dalam beberapa hari mendatang, dalam Operasi ‘Raungan Singa,’ kita semua akan dituntut untuk memiliki daya tahan dan ketabahan,” ujarnya.

“Bersama-sama kita akan berdiri teguh, bersama-sama kita akan berjuang, dan bersama-sama kita akan memastikan keabadian Israel,” tutupnya.

Serangan ini menandai babak baru konfrontasi Israel-Iran dan berpotensi memperluas ketegangan regional, terutama dengan keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam operasi militer tersebut. (saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Senator dari Demokrat Kecam AS Serang Iran: Berbahaya, Tak Perlu dan Bodoh
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
AHY: Festival imlek bukti Indonesia menghargai perbedaan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Korban Serangan Israel-AS ke Iran Bertambah: 201 Orang Tewas, 747 Lainnya Luka
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Menguak 20 Ribu Disabilitas Mental Diduga Dapat Kekerasan di Panti
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ramadan 2026, Dua Yayasan Terima Bantuan Pendidikan dari BRI Insurance
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.