Pusat Komunikasi Nasional Bahrain melaporkan bahwa pusat layanan Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat menjadi sasaran serangan rudal, Sabtu (28/2/2026).
Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita pemerintah, Bahrain News Agency.
Dalam keterangannya, otoritas Bahrain belum merinci pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“Detail lebih lanjut akan diberikan pada waktunya,” demikian pernyataan resmi yang dirilis. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas.
BACA JUGA: Israel Serang Iran, Timur Tengah di Ambang Konflik Baru
BACA JUGA: Israel Serang Iran, Netanyahu Umumkan “Operasi Raungan Singa”
“Masyarakat dihimbau untuk mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas resmi terkait dan hanya memperoleh informasi dari sumber resmi,” lanjut pernyataan itu.
Bahrain diketahui menjadi markas besar United States Fifth Fleet, satuan armada Angkatan Laut AS yang memiliki wilayah tanggung jawab strategis meliputi Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab, serta sebagian Samudra Hindia.
BACA JUGA: AS dan Israel Serang Teheran, Presiden Iran Dilaporkan Aman
BACA JUGA: Donald Trump Umumkan Operasi Tempur Besar-Besaran AS di Iran
Kehadiran Armada ke-5 menjadikan Bahrain salah satu titik penting dalam arsitektur keamanan maritim Amerika Serikat di Timur Tengah.
Hingga kini belum ada komentar resmi dari militer AS terkait laporan serangan tersebut. Namun sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Manama telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk berlindung di tempat aman menyusul laporan ancaman rudal dan drone di wilayah Bahrain. (saf/faz)



