Kronologi Chelsea Olivia Alami Penebalan Dinding Rahim, Bermula dari Nyeri Haid

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Beginilah kronologi Chelsea Olivia alami penebalan dinding rahim. Gangguan serius pada organ reproduksinya itu bermula dari keluhan menstruasi yang tidak biasa sejak awal tahun.

Aktris Chelsea Olivia mengungkap perjalanan kesehatannya melalui Instagram Story pada Jumat (27/2/2026). Ia mengaku harus menjalani empat prosedur medis sekaligus di Malaysia untuk mengatasi masalah tersebut.

Kondisi itu membuatnya mengalami perdarahan berkepanjangan hingga hampir dua bulan. Berikut kronologi Chelsea Olivia alami penebalan dinding rahim secara lengkap, berdasarkan informasi yang kami himpun dari Kompas.com dan Wartakotalive, Sabtu (28/2/2026).

Bermula dari Nyeri Haid Tak Biasa

Kronologi Chelsea Olivia alami penebalan dinding rahim dimulai pada Januari 2026, tepat setelah ia pulang dari Jepang. Saat itu, ia merasakan nyeri haid yang berbeda dari biasanya.

Rasanya lebih sakit dan kramnya jauh lebih kuat. Awalnya aku pikir wajar, mungkin kecapekan setelah liburan,” tulisnya.

Namun, perdarahan yang dialami tidak kunjung berhenti. Jika biasanya menstruasi berlangsung beberapa hari, kali ini berlangsung hingga 10 hari, dua minggu, bahkan mendekati dua bulan. Dari sinilah kondisi Chelsea mulai memasuki fase yang lebih serius.

Sudah Periksa ke Tiga Dokter

Merasa ada yang tidak beres, ia memeriksakan diri ke dokter kandungan (obgyn). Ia menjalani tes hormon dan berbagai pemeriksaan lain, namun hasilnya dinyatakan normal. “Rahimku sehat, banyak telur ditemukan,” ungkapnya.

Ia kemudian diberi obat hormon selama 10 hari untuk menyeimbangkan kondisi tubuh dan menghentikan perdarahan. Sayangnya, tidak ada perubahan signifikan. Tubuhnya justru semakin lemas, perut makin sakit, dan suasana hati naik turun akibat efek obat.

Ia kemudian berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam (internis) dan menjalani pemeriksaan darah lengkap. Hasilnya relatif baik meski ada beberapa parameter sedikit rendah.

Tak berhenti di situ, ia kembali ke dokter obgyn untuk melepas IUD. Pemeriksaan tetap menunjukkan tidak ada miom, kista, atau kelainan lain. Namun perdarahan terus terjadi. “Sudah ada empat macam obat dan tiga dokter, tapi tidak juga berhenti,” tulisnya.

 

Gejala Fisik yang Mengganggu

Selama dua bulan mengalami gangguan tersebut, Chelsea Olivia merasakan berbagai gejala fisik yang cukup berat. Ia mengaku terlihat seperti hamil padahal tidak.

 

Perut membengkak, kram, lemas, dan terkadang disertai pusing. Dalam dua bulan, berat badannya naik hampir 5 kilogram.

Selain itu, ia juga mengalami wajah dan mata bengkak saat bangun tidur, mual, hingga kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini turut memengaruhi aktivitas dan emosinya.

Tidak mudah, lelah dan frustrasi. Aku ingin memeluk semua perempuan yang pernah ada di fase seperti aku,” tulisnya.

Ditemukan Polip

Masalah kesehatan Chelsea Olivia akhirnya menemukan titik terang setelah ia mencari opini keempat di Island Hospital, Penang, Malaysia. Dari hasil USG yang dilakukan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, ditemukan adanya polip serta penebalan endometrium.

Dokter menjelaskan kondisi tersebut kemungkinan dipicu ketidakseimbangan hormon, yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama perempuan yang sudah melahirkan, serta faktor genetik. Ia pun disarankan menjalani prosedur operasi kecil (small surgery) untuk mengatasi masalah tersebut.

Ia menjalani empat tindakan medis sekaligus, yakni Hysteroscopy, Polypectomy, Dilatasi dan kuretase (D&C), serta Endometrial resection. Prosedur tersebut dilakukan untuk membersihkan polip serta menangani penebalan dinding rahim yang menjadi sumber perdarahan berkepanjangan.

Pesan untuk Perempuan

Kini, Chelsea Olivia mengaku dalam kondisi pemulihan yang baik. Ia juga menjelaskan bahwa bibirnya yang tampak bengkak bukan akibat alergi, melainkan tergigit tanpa sadar saat berada di ruang operasi.

Sekali lagi terima kasih banyak untuk doanya. Aku recovery dengan baik sekarang,” tulisnya.

 

Menutup kronologi Chelsea Olivia alami penebalan dinding rahim, ia berpesan agar para perempuan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seperti pap smear dan tes darah lengkap setidaknya setahun sekali. Ia juga menyarankan untuk mencatat siklus menstruasi dan tidak ragu mencari second opinion jika merasa ada yang tidak beres.

Kalau badanmu tidak bersahabat terus-menerus, ada baiknya langsung cari opini kedua ke profesional dan tes hormon. Lebih cepat, lebih baik. We can do this, girls,” tutupnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Semifinal German Open 2026: Tiwi/Fadia Sudah Antisipasi Pola Permainan Calon Lawan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
YBM PLN Salurkan 45.000 Paket Ramadan, 23.000 Dibagikan di 13 Lokasi
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Indonesia dan mimpi kolektif negara D-8
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Iran vs AS: 70 Tahun Drama Dendam, Pengkhianatan, dan Perang Bayangan
• 33 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
BKSDA Sumbar pantau keberadaan harimau Sumatera melalui kamera jebak
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.