Jangan Menyalahkan Lingkungan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seekor burung gagak terbang dari satu tempat ke tempat lain.  Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seekor burung murai.

Murai bertanya:  “Gagak, kenapa kamu terbang ke tempat lain?”

Gagak menjawab : “Orang-orang di tempat itu sangat membenciku. Mereka selalu mengkritik dan memfitnahku, mengeluh karena suaraku tidak enak didengar. Aku tidak mau tinggal di sana lagi. Aku ingin pindah ke tempat lain.”

Murai pun berkata: “Gagak, kamu tidak perlu terbang ke tempat lain. Lebih baik kamu kembali saja ke tempat asalmu. Jika suaramu tidak berubah, sekalipun kamu terbang sampai ke ujung dunia, orang-orang tetap tidak akan menyukaimu.”

Karena itu, kita tidak perlu membenci orang lain hanya karena mereka memperlakukan kita dengan kurang baik. Kita juga tidak perlu terus-menerus menyalahkan lingkungan yang terasa buruk.

Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mengelola diri dalam lingkungan tersebut, bahkan mengubah keadaan, bukan malah kehilangan jati diri di dalamnya.

Renungan

Dari satu sisi, cerita ini mengajarkan bahwa jika pola pikir dan kebiasaan buruk seseorang tidak berubah, maka di mana pun dia berada, hasilnya akan tetap sama.

Namun jika dilihat dari sudut pandang lain, dunia ini begitu luas—pasti ada tempat di mana kita bisa diterima.

Contohnya, dalam budaya Tionghoa, burung gagak sering dianggap sebagai simbol kesialan. Tetapi di Inggris, gagak justru dipandang sebagai lambang keberuntungan. Bisa jadi gagak yang dibenci itu hanya lahir di tempat yang salah.

Setiap orang memiliki kekurangan. Ada kekurangan yang bisa diperbaiki, tetapi ada pula yang mungkin tidak bisa diubah seumur hidup.

Misalnya penampilan fisik, suara, atau warna kulit—semua itu adalah bawaan sejak lahir. Jika seseorang dianggap tidak menarik oleh orang lain, itu bukan sesuatu yang bisa dia ubah dengan mudah. (Kecuali tentu saja memilih operasi plastik.)

Begitu pula dengan suara gagak. Itu adalah sifat alaminya. Dia tidak bisa mengubah suaranya menjadi merdu.

Pada kenyataannya, banyak orang tidak menyukai seseorang bukan karena orang itu sulit bergaul. Kadang hanya karena perbedaan posisi, sudut pandang, atau benturan kepentingan pribadi saja.

Intinya, sebelum menyalahkan lingkungan, mari kita bertanya pada diri sendiri:  Apakah yang perlu kita ubah adalah tempatnya… atau cara kita bersikap? (jhn/yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tes Kepribadian Berdasarkan Pesanan Minuman di Kafe
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ada Parade Imlek Nusantara 2026 di Jakarta Sore Ini, Cek Rutenya!
• 7 jam laludetik.com
thumb
Hikmahanto: RI Harus Kutuk Serangan Israel ke Iran, Minta AS Tahan Diri
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
6 Kantong Parkir Disiapkan untuk Puncak Perayaan Imlek, Ini Titiknya
• 6 jam laludetik.com
thumb
Putaran Ketiga Perundingan Nuklir di Jenewa Berakhir Tanpa Kesepakatan, AS dan Iran Tetap Berselisih soal Uranium
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.