BLINGOUTKID merupakan proyek alter ego dari penyanyi dan penulis lagu berbakat Maria Elena Hardjakoesoema. Berada di bawah naungan 12WIRED, BLINGOUTKID menawarkan perpaduan musik Pop, R&B, Hip Hop, dan Elektronik.
BLINGOUTKID merepresentasikan alter ego Maria yang bebas dan imajinatif dalam bermusik. Lewat salah satu unggahan di akun Instagramnya, Maria menceritakan awal mula lahirnya BLINGOUTKID.
Sejak masih kecil, Maria sangat ingin menciptakan sebuah alter ego. Keinginan tersebut terus ia pegang hingga beranjak dewasa dan mulai menyukai musik. Menurutnya BLINGOUTKID menjadi wujud perpaduan antara kebebasan dan musik.
"Jadi itulah salah satu hal yang aku lakukan dengan BLINGOUTKID, memproduksi, menulis lagu, menyanyi, dan lain sebagainya. Dan aku yakin semua orang di sini mungkin," kata Maria.
"Kalian pernah mengalami fase saat tumbuh dewasa seperti 'Aku ingin, kau tahu, menjadi seseorang ketika dewasa, kau tahu, mungkin seorang astronaut atau yang lainnya' Seperti halnya anak-anak yang memiliki kreativitas dan kebebasan yang luar biasa besar. Jadi itulah salah satu hal yang benar-benar aku terapkan pada BLINGOUTKID," tambahnya.
Maria kemudian menjelaskan bahwa BLINGOUTKID diambil dari dua penggalan makna. 'Blinged Out' yang berarti tampil berkilau tergambarkan lewat karakter, gaya fashion nyentrik yang ditunjukkan Maria. Di mana ia sangat suka tampil berkilau dengan aksesoris yang mencolok.
"Dan untuk 'Kid' (anak-anak), sejujurnya, aku hanya rindu menjadi seorang anak kecil. Ya, ya. Menjadi orang dewasa, aku agak rindu menjadi anak kecil. Jadi, dari situlah nama BLINGOUTKID itu berasal," jelasnya.
BLINGOUTKID Rilis Single Debut SuperflySuperfly merupakan single debut resmi BLINGOUTKID sebagai penyanyi solo yang dirilis beberapa waktu lalu. Tak main-main lagu tersebut diproduseri oleh duo pencetak hits asal Amerika Serikat, The Orphanage (Zaire Koalo & Trevo Brown).
Lewat lagu tersebut, BLINGOUTKID memadukan vokal bernada catchy dengan rentetan lirik rap yang cepat dan presisi. Meski kental dengan nuansa internasional, produksi ini juga disempurnakan oleh talenta lokal hebat, seperti Irvan Natadiningrat sebagai pengarah vokal, dan Stephan Santoso di kursi mixing.
Video musik Superfly juga menampilkan visual tingkat tinggi. Disutradarai oleh Gilbert March, dan menampilkan koreografi tajam dari TSUBAKILL, grup tari wanita ternama asal Jepang.
Lagu ini adalah manifesto dari rasa cinta pada diri sendiri dan kepercayaan diri. Dalam keterangannya, Maria menekankan bahwa Superfly merupakan jurnal yang menggambarkan masa depannya.
"Superfly tuh dia jatohnya kayak jurnal aku sih pas aku masih SMP, SMA aku kan orangnya lumayan introvert ya terus gak terlalu suka bersosialisasi dan ya lumayan canggung lah," ujar Maria.
"Jadi pas aku nulis Superfly emang ini lagu tuh emang buat nanti future Maria-nya future BLINGOUTKID yang dia bisa keluar dari zona amannya dia kayak gitu dan emang BLINGOUTKID dan kreasi dia tuh menjadi suatu ruang aman buat ya buat dia berkarya gitu," tandasnya.
Meski terbilang debut, Superfly bukan proyek rekaman pertama BLINGOUTKID. Sebelumnya, ia pernah berkolaborasi dengan rapper asal Tiongkok, KEVI-Z lewat lagu berjudul ordinary love is not ordinary. Lagu bernuansa R&B dan Hip-hop lo-fi ini menjadi salah satu pijakan awalnya yang sukses menarik perhatian skena musik Asia.
Tak hanya itu, BLINGOUTKID membuktikan fleksibilitas vokalnya, saat ia dipercaya membawakan original soundtrack resmi untuk film animasi kebanggaan Indonesia berjudul NYLA lewat lagu Cahaya Mimpi.





