tvOnenews.com - Kisah tragis kematian bocah 12 tahun asal Sukabumi, Nizam Syafei, terus menguak lapisan demi lapisan penderitaan yang dialami keluarganya.
Tak hanya meninggal secara mengenaskan diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya, TR, kini publik juga dikejutkan dengan pengakuan sang ibu kandung, Lisnawati.
Ia mengungkap bahwa dirinya selama ini dihalang-halangi untuk bertemu anaknya, bahkan disebut sudah meninggal dunia oleh mantan suaminya, Anwar Satibi.
Dalam wawancaranya bersama Denny Sumargo di kanal YouTube miliknya, Lisnawati menceritakan bagaimana dirinya tak lagi bisa menjalin hubungan dengan anak kandungnya selama bertahun-tahun.
Ia mengaku sudah empat tahun lamanya tidak pernah bertemu Nizam, meski berbagai cara sudah dilakukan untuk bisa menghubungi sang anak.
“Nah, kamu sendiri selama tidak ketemu Nizam itu sudah berapa lama?” tanya Denny Sumargo.
“Empat tahun,” jawab Lisna.
Selama empat tahun itu, Lisna mengaku selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan anaknya.
- YouTube/TransTVOfficial/DennySumargo
Namun setiap kali mencoba, usahanya selalu gagal karena dihalang-halangi oleh mantan suaminya.
Bahkan menurut pengakuannya, Anwar melarang keras Lisna menghubungi Nizam dan menyebarkan kebohongan kepada sang anak bahwa ibunya sudah meninggal.
“Ya, di saat itu mau usaha mah mau usaha,” kata Lisna.
"Bahkan saya juga sering komunikasi sama dia juga ditutup-tutupi. Bahkan ngomong sama anaknya juga enggak boleh, enggak boleh katanya. Buat apa nelpon sama si Raja (Nizam)? Kan udah dibilangin juga sama si Raja, Bunda udah meninggal,” ungkap Lisna.
Denny Sumargo terlihat kaget mendengar pengakuan tersebut dan mencoba memastikan kebenarannya.
Lisna mengatakan bahwa bukan hanya ia dihalangi untuk bertemu, tetapi Nizam juga didoktrin agar melupakan ibunya.
“Bahkan ngedoktrin anak juga. Kalau udah besar kamu jangan ingat sama si Bunda ya,” lanjut Lisna.
Kisah ini semakin menyayat hati ketika Lisna menceritakan tentang sebuah video yang dikirim oleh mantan suaminya kepadanya.
Dalam video itu, Nizam ditanya oleh ayahnya dengan nada menguji perasaan.




