Jakarta, ERANASIONAL.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan, program ini juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha lokal.
Sosialisasi MBG yang digelar Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung di Gedung Olahraga SLB A Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Februari 2026.
Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau yang dikenal sebagai Uya Kuya, menegaskan bahwa MBG merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap masa depan generasi bangsa.
“Program MBG bukan sekadar pemberian makanan bergizi gratis, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” kata Uya Kuya melalui keterangan tertulis, Sabtu, 28 Februari 2026.
“Dengan gizi yang tercukupi, anak-anak kita akan tumbuh lebih sehat dan memiliki kemampuan belajar yang optimal,” sambungnya.
Selain meningkatkan status gizi masyarakat, MBG juga memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, koperasi, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok bahan pangan bergizi.
Menurutnya, skema tersebut membuat manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memperluas perputaran ekonomi di tingkat daerah.
“Saya mendukung penuh pelaksanaan Program MBG dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskannya,” kata Uya.
“Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan gizi nasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat karena melibatkan potensi lokal di setiap daerah,” tambahnya..
Program MBG dilaksanakan melalui sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat, diharapkan pemahaman publik mengenai pentingnya asupan gizi seimbang semakin meningkat.





