Penulis: Iwan Sanusi
TVRINews, Kalimantan Selatan
Sebanyak 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) telah resmi terbentuk secara legal dan formal. Pembentukan koperasi ini tersebar di 11 kecamatan, dan ditandai dengan penyerahan simbolis akta notaris oleh masing-masing pengurus kepada dinas terkait pada Senin, 21 Juli 2025.
Program KDKMP merupakan bagian dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah pembangunan ekonomi yang dikelola langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian desa melalui pengelolaan usaha produktif.
KDKMP memiliki sejumlah peran strategis, di antaranya menjadi mitra Bulog dalam menyerap hasil panen, menyediakan kebutuhan pokok serta sarana pertanian dengan harga terjangkau, membantu pemasaran hasil tani dan ternak, menjadi agen layanan perbankan, hingga membuka apotek dan pos kesehatan desa. Dari 148 koperasi yang terbentuk, 18 koperasi telah memiliki gedung sekretariat, salah satunya berada di Desa Gumbil, Kecamatan Telaga Langsat.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Disnakerkop UKM HSS, H.M. Afif Bizri, menegaskan bahwa program ini merupakan program strategis nasional yang menjadi fokus pemerintah pusat.
“Program ini adalah program strategis nasional dari Presiden dan Wakil Presiden, Bapak Prabowo dan Gibran. Alhamdulillah, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sudah terbentuk 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang secara legal formal memiliki akta notaris dan Nomor Induk Koperasi,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Gumbil, Muhammad Rizali, menyampaikan bahwa respons masyarakat sangat positif terhadap pembentukan koperasi.
“Alhamdulillah, warga menyambut sangat baik keberadaan Koperasi Merah Putih di Desa Gumbil. Ini merupakan program langsung dari Presiden, dan masyarakat kami sangat mendukung,” ungkapnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi desa, keberadaan KDKMP juga diharapkan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui prinsip gotong royong dan kemandirian, menekan inflasi, serta memutus mata rantai tengkulak melalui usaha kolektif dengan akses permodalan berbungga kompetitif.
Editor: Redaksi TVRINews





