Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi militer gabungan pada Sabtu (28/2). Serangan yang menyasar Iran dan beberapa titik di kawasan tersebut dilaporkan telah memakan korban jiwa dari pihak militer maupun warga sipil.
Berdasarkan laporan Reuters dan kantor berita UAE dan Iran, total korban tewas sementara mencapai 8 orang.
Di Iran, Kantor Berita Pemerintah IRNA melaporkan serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar (SD) putri di Minab, sebuah kota yang terletak di Provinsi Hormozgan di Iran selatan. Insiden di fasilitas pendidikan tersebut menyebabkan 5 orang tewas, meski hingga saat ini belum ada informasi detail lebih lanjut mengenai identitas para korban.
Sementara itu, dampak serangan juga merembet ke Irak. Juru bicara Pasukan Mobilisasi Populer (PMF/Hashd Shaabi) menyampaikan kepada Reuters bahwa setidaknya dua pejuang mereka tewas dan tiga lainnya luka parah setelah terjadi sedikitnya empat ledakan menyusul serangan udara di Jurf al-Sakhar, selatan Baghdad.
Hashid Shaabi adalah sebuah milisi pro-Iran yang beroperasi di Irak.
Pihak PMF menyatakan bahwa operasi pencarian masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya korban lainnya.
Ketegangan ini juga memakan korban di Uni Emirat Arab. Kantor berita UEA melaporkan satu orang tewas di Abu Dhabi setelah otoritas setempat mencegat rudal yang ditembakkan dari Iran.
Sekilas Serangan As-Israel ke IranSebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa serangan ini merupakan kampanye bersama dengan Amerika Serikat untuk menumbangkan rezim di Teheran. Menurutnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menargetkan fasilitas-fasilitas Garda Revolusi dan situs-situs rudal balistik.
"Israel dan Amerika Serikat meluncurkan kampanye bersama, Operasi Auman Singa (Operation Lion's Roar). Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengakhiri ancaman dari rezim Ayatollah di Iran," kata Netanyahu dikutip dari Al-Jazeera.
Sebagai bentuk balasan atas agresi tersebut, Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan masih dalam status siaga tinggi.





