Grid.ID - Dedi Muyadi mendadak ngamuk pada mandor proyek penggalian kabel optik. Hal itu terjadi imbas rusak trotoar yang baru dibangun di Jabar.
Nama Dedi Mulyadi selama ini memang tak pernah sepi dari perbincangan publik. Sosoknya kerap jadi sorotan gegara gaya kepemimpinannya di Jawa Barat.
Terbaru, Dedi Mulyadi ngamuk pada mandor proyek penggalian kabel optik. Hal itu terjadi imbas rusak trotoar yang baru dibangun di Jabar.
Dedi Mulyadi meluapkan kemarahannya terkait proyek penggalian kabel optik yang dinilai merusak fasilitas umum. Ia kesal karena pekerjaan tersebut membuat trotoar yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi rusak.
Peristiwa itu terjadi saat Dedi melakukan inspeksi mendadak terhadap proyek pemasangan kabel fiber optik di wilayah Subang, Jawa Barat. Momen ketika ia menunjukkan kemarahannya diunggah melalui akun Instagram serta kanal YouTube pribadinya pada Sabtu (28/2/2026).
Dalam sidak tersebut, nada bicaranya terdengar tegas dan penuh kekecewaan. Ia menilai pengerjaan proyek telah merusak infrastruktur publik, padahal trotoar tersebut belum lama selesai dibangun oleh Pemprov Jawa Barat.
Dedi kemudian menegur para pekerja di lokasi dan meminta agar mandor serta kontraktor proyek segera menemuinya. Ia semakin geram karena trotoar yang sebelumnya sudah rapi kini kembali dipenuhi tanah bekas galian.
“Ini pekerjaan Pemprov kan (trotoar) baru selesai kita menata rapi daerah sini”
“Ini pekerjaan pake APBD gak, bapak bisa membersihkan ke seperti semula? Gak bisa,” ujar Dedi Mulyadi kesal.
Dedi Mulyadi menyatakan kekecewaannya terhadap kebiasaan kontraktor yang hanya menggali lalu meninggalkan area proyek dalam kondisi berantakan tanpa dirapikan kembali. Ia menilai prosedur yang semestinya dilakukan adalah menutup trotoar dengan terpal terlebih dahulu sebelum menaruh tanah hasil galian, sehingga tidak mengotori atau merusak dinding maupun lantai trotoar.
Melihat situasi tersebut, Dedi meminta kontraktor segera menemuinya dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan pemberian sanksi denda atas pekerjaan itu. Sambil menegur para pekerja, ia berulang kali meminta agar mandor proyek datang menghadap.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu sempat mengalami kesulitan saat mencoba menghubungi mandor penggalian kabel optik tersebut. Setelah akhirnya berhasil dihubungi dan ditegur, mandor itu pun datang menemui Gubernur Jawa Barat tersebut.
Begitu bertemu, Dedi langsung menyampaikan kekesalan dan kekecewaannya karena lemahnya pengawasan yang membuat fasilitas publik hasil pembangunan dari dana rakyat menjadi rusak dan kotor. Ia kemudian mengajak pengawas tersebut melihat langsung kondisi trotoar yang telah tercemar tanah bekas galian.
“Bapak kerja ngawasin gak? Ini bukti bapak kerja gak diawasin,” tegas Dedi Mulyadi.
Setelah itu, Dedi Mulyadi memerintahkan agar pekerjaan proyek tersebut dihentikan sementara. Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencabut izin penggalian milik kontraktor karena dinilai tidak bekerja sesuai standar profesional.
Dedi juga meminta agar kondisi trotoar dikembalikan seperti semula dengan membersihkan seluruh area yang terdampak.
Selain itu, ia menuntut pihak kontraktor memenuhi hak-hak para pekerja, termasuk menyediakan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta memastikan kejelasan dan keterbukaan kontrak kerja. Saat berdialog langsung dengan para pekerja, Dedi mendapati bahwa mereka belum mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana mestinya. (*)
Artikel Asli




