Grid.ID - Dedi Mulyadi sentil warga Jawa Barat yang malas mengikuti kerja bakti. Sang gubernur bandingkan dengan saat meminta bantuan.
Gubernur Dedi Mulyadi baru-baru ini datang langsung menemui korban banjir di Sukahurip, Ciamis. Ia pun memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog dengan warga.
Pertama, Dedi menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Termasuk dengan mereka yang kehilangan mata pencaharuan atau akses pendidikan akibat banjir.
"Kan kita memberikan bantuan itu kepada warga yang betul-betul membutuhkan."
"Kalau yang masih mapan, masih mampu, jangan lah mengkondisikan diri menjadi miskin ya," tambahnya, dikutip dari Tribun Video.
Diketahui, dari data penerima bantuan, terungkap bahwa terdapat 250 KK yang diajukan oleh Bupati Ciamis. Awalnya hanya 170 KK yang memenuhi syarat verifikasi.
Namun guna menghindari perselisihan, Dedi mengambil kebijakan untuk memenuhi 250 KK tersebut. Termasuk sisa 80 KK yang akan diproses dalam waktu dekat.
Pada kesempatan itu pula, pria yang akrab disapa KDM itu juga menyoroti sikap warga yang ngotot meminta bantuan. Sementara untuk melakukan kerja bakti banyak yang memilih enggan.
"Kalau giliran bantuan semua orang kan ngotot, tapi giliran kerja bakti semua orang mundur," ujar Dedi.
Dedi Mulyadi Beri Bantuan ke Korban Banjir
Momen haru mewarnai suasana penyaluran bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk warga terdampak banjir di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Hal ini terjadi pada Rabu (25/2/2026).
Seorang warga disabilitas bernama Daldiri Firdaus (59) menjadi salah satu penerima bantuan. Ia bahkan berkesempatan mengobrol dengan Dedi Mulyadi.
Dalam kehidupan sehari-harinya, dalam kondisi fisik yang terbatas, Daldiri tetap tegar menjalani hidup bersama istri dan seorang anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dari anak-anak asuh yang dulu pernah ia rawat.
Diketahui, Daldiri sempat menjadi pengasuh di salah satu panti asuhan. Anak-anak yang pernah diasuhnya juga kini telah beranjak dewasa dan bekerja.
"Sehari-hari kebutuhan saya dipenuhi dari anak-anak. Anak asuh," ujar Daldiri.
Sata berbincang dengan Dedi Mulyadi, Daldiri menceritakan kondisi keluarga, anak hingga bagaimana ia menafkahi kebutuhan rumah tangganya. Sang gubernur pun memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai kepada Daldiri.
"Punya anak? Kelas berapa? Nafkahnya dari mana?" tanya Dedi.
"Terima kasih banyak, Pak. Mudah-mudahan berkah," jawab Daldiri setelah menerima bantuan dari Dedi Mulyadi.
Berkaitan dengan pemberian bantuaan ke korban banjir Ciamis, Dedi Mulyadi sentil warga yang malas mengikuti kerja bakti. Sang gubernur bandingkan dengan saat meminta bantuan. (*)
Artikel Asli




