Jakarta, tvOnenews.com- Jangan lagi sepelekan kebiasaan minum kopi dengan tujuan menahan kantuk saat puasa ramadhan.
- Unsplash/Janko Ferlic
Hal ini disampaikan ahli gizi, jika seseorang minum kopi di bulan ramadhan akan ada efek samping yang bisa saja tidak membuat nyaman saat puas.
Sebagaimana disampaikan, ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menjelaskan bahwa kopi memiliki efek diuretik yang justru bisa merugikan tubuh saat sedang berpuasa.
Efek samping tersebut, dikatakan diuretik. Kondisi yang meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat.
- dok.ilustrasi viva/ freepik
Padahal, selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan kembali hingga waktu berbuka. Hal inilah jarang dipahami masyarakat awam.
“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” ujar Dr. Tan Shot Yen dikutip dari Antara.
Dengan begitu, ia mengingatkan agar seseorang yang hobi minum kopi. Ada baiknya disesuaikan dengan jam istirahat pula.
Pasalnya, kekurangan cairan dapat memicu rasa lemas, sakit kepala, hingga penurunan konsentrasi. Minum kopi tanpa memperhatikan kecukupan istirahat dan cairan bukan solusi yang tepat.
"Tidur kan bagian dari kebutuhan tubuh. Enam sampai tujuh jam buat dewasa,” ujarnya.
Seperti diketahui, dikutip dari laman kementerian kesehatan manfaat kopi itu banyak tetapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya.
Diantaranya, meningkatkan energi ini efek dari kafein, sehingga dapat memblokir reseptor neurotransmitter yang disebut adenosin.
Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan kadar neurotransmitter lain di otak yang dapat mengatur tingkat energi Anda, termasuk dopamin.
Kemudian juga, bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 : kopi kaya akan antioksidan dan dapat memengaruhi sensitivitas insulin, peradangan, dan metabolisme yang semuanya terlibat dalam pengembangan diabetes tipe 2.
Diketahui dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi secara teratur dapat dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dalam jangka panjang. (klw)



