Berhenti Sebelum Terlambat, Tahan Kantuk dengan Kopi saat Puasa Ramadhan Ada Efek Sampingnya

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Jangan lagi sepelekan kebiasaan minum kopi dengan tujuan menahan kantuk saat puasa ramadhan. 

Ilustrasi Kopi dam Biji Kopi
Sumber :
  • Unsplash/Janko Ferlic

Hal ini disampaikan ahli gizi, jika seseorang minum kopi di bulan ramadhan akan ada efek samping yang bisa saja tidak membuat nyaman saat puas. 

Sebagaimana disampaikan, ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menjelaskan bahwa kopi memiliki efek diuretik yang justru bisa merugikan tubuh saat sedang berpuasa.

Efek samping tersebut, dikatakan diuretik. Kondisi yang meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat. 

Berhenti Sebelum Terlambat, Tahan Kantuk dengan Kopi saat Puasa Ramadhan Ada Efek Sampingnya
Sumber :
  • dok.ilustrasi viva/ freepik

Padahal, selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan kembali hingga waktu berbuka. Hal inilah jarang dipahami masyarakat awam.

“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” ujar Dr. Tan Shot Yen dikutip dari Antara. 

Dengan begitu, ia mengingatkan agar seseorang yang hobi minum kopi. Ada baiknya disesuaikan dengan jam istirahat pula. 

Pasalnya, kekurangan cairan dapat memicu rasa lemas, sakit kepala, hingga penurunan konsentrasi. Minum kopi tanpa memperhatikan kecukupan istirahat dan cairan bukan solusi yang tepat.

"Tidur kan bagian dari kebutuhan tubuh. Enam sampai tujuh jam buat dewasa,” ujarnya.

Seperti diketahui, dikutip dari laman kementerian kesehatan manfaat kopi itu banyak tetapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya. 

Diantaranya, meningkatkan energi ini efek dari kafein, sehingga dapat memblokir reseptor neurotransmitter yang disebut adenosin.

Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan kadar neurotransmitter lain di otak yang dapat mengatur tingkat energi Anda, termasuk dopamin.

Kemudian juga, bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 : kopi kaya akan antioksidan dan dapat memengaruhi sensitivitas insulin, peradangan, dan metabolisme yang semuanya terlibat dalam pengembangan diabetes tipe 2. 

Diketahui dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi secara teratur dapat dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dalam jangka panjang. (klw)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muncul Awan Unik di Atas Gunung Slamet, BMKG Tegaskan Bukan Pertanda Cuaca Buruk
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Sebut Ko Erwin Residivis Kasus Narkoba
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Jakarta Ramadan Festival Dimulai, Hadirkan Beragam Hiburan Religi hingga Pesta Diskon
• 15 jam laludisway.id
thumb
Menperin: Sertifikasi Halal Jadi Strategi Perluas Pasar dan Perkuat Kepercayaan Konsumen
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Berikut Rangkaian Prosesi Pemakaman Jenazah Andi Muhammad Yasir Asisten I Pemkot Makassar
• 1 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.